Berita  

Puskesmas Bulili Perkuat Kolaborasi Layanan TB, Hipertensi, dan Diabetes dengan Fasyankes Swasta

Fasilitator dan Narasumber Dalam Pertemuan Kordinasi dan Kolaborasi di Puskesmas Bulili, Kota Palu, (28/07. FOTO :IST

PALU, trustednews.id– Upaya pengendalian penyakit Tuberkulosis (TB), Hipertensi, dan Diabetes Mellitus (DM) di wilayah kerja Puskesmas Bulili semakin diperkuat melalui pertemuan koordinasi dan kolaborasi dengan Klinik Pratama serta Tempat Praktik Mandiri Dokter (TPMD). Kegiatan ini berlangsung pada Senin (28/07/2025) di Aula Pertemuan Puskesmas Bulili, Kota Palu.

Menurut Kepala Puskesmas Bulili, Bdn. Agustina S. Tr. Keb. SKM. MKM, pertemuan ini digelar untuk mendorong integrasi layanan primer yang lebih efektif dan berkesinambungan, khususnya dalam menghadapi beban ganda penyakit menular dan tidak menular. Puskesmas Bulili sebagai lini terdepan pelayanan kesehatan memandang pentingnya sinergi lintas fasilitas kesehatan, termasuk swasta, guna memastikan keberhasilan program pengendalian penyakit.

“Melalui forum ini, kita ingin menyatukan persepsi dan menyusun langkah bersama agar pelayanan TB, Hipertensi, dan DM bisa berjalan lebih optimal, dari sistem rujukan hingga pelaporan,” ujar mantan Kepala Puskesmas Lere ini.

Ia menambahkan bahwa koordinasi yang baik antar fasilitas kesehatan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan layanan berkesinambungan. “Kami percaya bahwa keberhasilan program kesehatan tidak bisa dicapai sendiri. Butuh keterlibatan semua pihak, terutama fasyankes swasta yang menjadi mitra penting dalam deteksi dini, pengobatan, dan pemantauan pasien,” jelasnya.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Kota Palu ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Penanggung Jawab Program TB dan Penyakit Tidak Menular (PTM), praktisi teknis kolaborasi fasyankes primer, serta kepala fasilitas kesehatan dari berbagai wilayah kerja.

Adapun materi yang disampaikan mencakup kebijakan strategis pengendalian TB, hipertensi, dan DM; alur rujukan dua arah antar fasilitas kesehatan; mekanisme pelaporan terpadu; serta penggunaan sistem informasi. Para peserta juga terlibat dalam diskusi kelompok, studi kasus, dan penyusunan rencana aksi bersama.

Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan sejumlah output konkret, di antaranya terbentuknya kesepakatan alur rujukan dan pelaporan yang terstandar, peningkatan kualitas pelaporan program dari fasyankes swasta ke Puskesmas, serta tersusunnya rencana tindak lanjut kolaboratif.

Kegiatan ini diikuti oleh para kepala dan penanggung jawab program di Puskesmas Bulili, dokter dari Klinik Pratama dan TPMD, serta pengelola program dari Dinas Kesehatan Kota Palu. Keterlibatan tenaga pelaksana seperti perawat, bidan, dan analis turut memperkaya proses identifikasi peran dan tantangan di lapangan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Puskesmas Bulili berharap koordinasi lintas sektor dapat terus ditingkatkan untuk memberikan pelayanan yang lebih komprehensif dan tepat sasaran bagi masyarakat. (wid)