banner 728x250

Agusrianto: Deteksi Dini di Posyandu Itu Kunci

Pastikan Kader Sintuwulemba Mampu Skrining Mandiri Penyakit Jantung

Tim dosen Program Studi D III Keperawatan Poso, Poltekkes Kemenkes Palu, menyelesaikan rangkaian pengabdian masyarakat tahap ketiga di Desa Sintuwulemba, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Senin (11/05/2026). FOTO: DOK. PRODI DIII KEPERAWATAN POSO

POSO, trustednews.id – Tim dosen Program Studi D III Keperawatan Poso, Poltekkes Kemenkes Palu, menyelesaikan rangkaian pengabdian masyarakat tahap ketiga di Desa Sintuwulemba, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Senin (11/05/2026).

Kegiatan kali ini berfokus pada pendampingan kader kesehatan dalam melakukan skrining faktor risiko penyakit kardiovaskuler kepada masyarakat melalui Posyandu. Ketua tim, Agusrianto, S.Kep.Ns., MM., menjelaskan bahwa tahap ketiga merupakan kelanjutan dari edukasi dan pelatihan deteksi dini yang telah diberikan pada tahap sebelumnya.

“Kami tidak hanya ingin kader memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan langsung keterampilan deteksi dini di lapangan. Kader kesehatan harus menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan penyakit kardiovaskuler di desa,” ujar Agusrianto saat ditemui di lokasi kegiatan.

Dalam pendampingan tersebut, Agusrianto bersama anggota tim Dafrosia Darmi Manggasa, S.Kep.Ns., M.Biomed., serta empat mahasiswa, turut membantu para kader melakukan pemeriksaan dasar. Skrining meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar perut, tekanan darah, serta pemeriksaan kadar glukosa darah, kolesterol, dan asam urat menggunakan alat tes cepat.

Menurut Agusrianto, pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini kondisi seperti hipertensi, obesitas, diabetes melitus, hingga gangguan metabolik lain yang dapat memicu penyakit jantung dan pembuluh darah.

“Deteksi dini sangat penting agar masyarakat bisa mengambil langkah pencegahan lebih awal, sebelum muncul komplikasi yang lebih serius,” tambahnya.

Kegiatan pengabdian ini juga mendapat dukungan penuh dari Puskesmas Tagolu. Petugas program Penyakit Tidak Menular (PTM) hadir mendampingi kader, khususnya dalam proses pencatatan dan pelaporan hasil pemeriksaan. Agusrianto menilai kolaborasi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan ini menjadi sinergi yang kuat untuk memperkuat pencegahan penyakit tidak menular di tingkat desa.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Warga yang hadir di Posyandu menyambut baik pemeriksaan kesehatan karena merasakan manfaat langsung mengetahui kondisi kesehatannya. Selain memeriksa, kader juga memberikan edukasi singkat tentang pola makan sehat, aktivitas fisik rutin, kontrol tekanan darah, serta bahaya kebiasaan merokok.

Agusrianto berharap dengan adanya kader yang terampil dan percaya diri, upaya pencegahan penyakit kardiovaskuler dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan.

“Komitmen kami adalah mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan kader desa. Ini adalah bentuk nyata pengabdian yang berdampak,” pungkasnya. (tha/*)