JAKARTA, Trustednews.id – Direktur Hubungan Kelembagaan Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, menegaskan bahwa semangat Kartini tetap relevan bagi perempuan masa kini, terutama dalam keberanian menentukan pilihan hidup dan membangun kemandirian.
“Menjadi wanita masa kini adalah tentang keberanian untuk berdiri tegak menentukan pilihan dan menjadi mandiri atas setiap jalan hidup yang kita pilih. Kemandirian bukan hanya soal pembuktian diri, tetapi keyakinan bahwa kita memiliki kekuatan untuk membawa perubahan,” ujarnya lewat keterangan persnya yang diterima media ini,(21/04).
Menurut Dewi, semangat tersebut kini hidup dalam keseharian perempuan Indonesia yang tangguh dan berdaya, baik dalam menggerakkan roda ekonomi maupun menjaga keharmonisan keluarga.
Momentum peringatan Hari Kartini setiap April menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan tidak pernah berhenti. Nilai-nilai yang diperjuangkan R.A. Kartini tidak hanya berbicara tentang kesetaraan, tetapi juga keberanian untuk mandiri dan membawa perubahan di tengah tantangan kehidupan.
Dalam konteks itu, Jasa Raharja mengambil peran tidak hanya sebagai penyedia perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pemberdayaan perempuan, khususnya bagi mereka yang menjadi ahli waris korban.
Data menunjukkan, korban kecelakaan lalu lintas masih didominasi laki-laki usia produktif. Kondisi ini kerap mengubah struktur ekonomi keluarga secara drastis, sehingga perempuan harus mengambil alih peran sebagai pencari nafkah.
Melalui layanan santunan yang cepat, transparan, dan terintegrasi, Jasa Raharja memastikan hak para ahli waris terpenuhi. Selain itu, perusahaan juga menghadirkan berbagai program pemberdayaan untuk mendorong kemandirian ekonomi perempuan.
Program tersebut di antaranya Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pemberdayaan Ekonomi untuk Keluarga Ahli Waris Berdaya dan Terampil (JR Pelita), serta dukungan terhadap pelaku UMKM. Program ini tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga pelatihan, pembinaan, hingga pendampingan usaha.
Di sisi lain, Dewi juga menilai perempuan memiliki peran strategis dalam membangun budaya keselamatan sejak dari lingkungan keluarga, terutama melalui edukasi tertib berlalu lintas yang ditanamkan sejak dini.
“Kartini masa kini hadir dalam sosok perempuan yang mampu bangkit, mandiri, serta memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya,” tambah Dewi.
Melalui berbagai inisiatif perlindungan dan pemberdayaan tersebut, Jasa Raharja berupaya memastikan setiap perempuan memiliki kesempatan untuk bangkit dan berkembang, sejalan dengan semangat Kartini yang terus hidup hingga kini.(rilis)
















