DONGGALA, trustednews.id – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak terus diperkuat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Palu di Desa Bale, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, pada 6–7 Mei 2026.
Kegiatan ini mengangkat tema “Pemberdayaan Kader Posyandu Berbasis Mentorship Learning Method (MLM) Dalam Upaya Optimalisasi Pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)”.
Program pengabdian masyarakat ini melibatkan tim dosen yakni Asriwidyayanti, SKM., MM., Niluh Nita Silfia, SST., M.Keb., Sri Yanti Kusika, S.SiT., M.Kes., bersama tiga mahasiswa Prodi D-III Kebidanan Palu.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan melibatkan kolaborasi antara dosen, kader kesehatan, tenaga kesehatan, aparat desa, hingga masyarakat setempat.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Asriwidyayanti, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam memahami dan memanfaatkan Buku KIA sebagai media edukasi kesehatan ibu dan anak.
Menurutnya, Buku KIA memiliki peran penting bukan hanya sebagai catatan kesehatan, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi ibu hamil dan orang tua balita.
“Buku KIA bukan hanya sekadar buku catatan kesehatan, tetapi juga sarana edukasi penting bagi ibu hamil dan orang tua balita. Dengan pendampingan yang intensif, kader Posyandu diharapkan mampu memberikan edukasi yang lebih maksimal kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masih terdapat kader Posyandu yang belum optimal memanfaatkan Buku KIA sebagai instrumen utama pelayanan kesehatan ibu dan anak. Karena itu, pendekatan Mentorship Learning Method (MLM) diterapkan agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif melalui pendampingan langsung dan berkelanjutan.
Melalui metode tersebut, para kader tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mendapatkan praktik langsung terkait penggunaan Buku KIA dalam pelayanan Posyandu.
Materi yang diberikan meliputi pentingnya Buku KIA, teknik pengisian yang benar, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, hingga edukasi kesehatan ibu hamil dan balita.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti diskusi interaktif dan simulasi pelayanan Posyandu menggunakan Buku KIA. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya kader dalam bertanya serta berbagi pengalaman terkait kendala pelayanan kesehatan di lapangan.
Kegiatan ini diikuti kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta ibu hamil yang berdomisili di Desa Bale.
Sementara itu, Kepala Desa Bale, Adam, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap program serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan kader Posyandu yang aktif dan terampil memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak di desa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kader Posyandu di Desa Bale semakin kompeten dalam memanfaatkan Buku KIA sebagai media edukasi dan monitoring kesehatan, sehingga mampu mendukung terciptanya generasi sehat dan berkualitas di Kabupaten Donggala. (tha/*)
















