POSO,Trustednews.id – Tim dosen dari Program Studi D III Keperawatan Poso, Poltekkes Kemenkes Palu, menggelar pelatihan pencegahan dan deteksi dini penyakit kardiovaskuler di Desa Sintuwulemba, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso,(27/04).
Kegiatan ini mengusung tema “Kenali dan Waspadai Faktor Risikonya” sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Pelatihan ini menyasar para kader kesehatan desa yang dinilai memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Para kader dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan edukasi, deteksi dini faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, serta mendorong perubahan perilaku hidup sehat.
Ketua tim pengabdian masyarakat, Dewi Nurviana Suharto, Ns., M.Kep., Sp.Kep.MB., menyatakan bahwa pemberdayaan kader menjadi kunci dalam memperkuat sistem kesehatan berbasis komunitas.
“Kader merupakan ujung tombak dalam upaya promotif dan preventif di tingkat desa. Dengan kemampuan yang dimiliki, mereka diharapkan dapat memberikan edukasi, melakukan deteksi dini faktor risiko, serta mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat,” ujar Dewi di lokasi kegiatan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi tentang pengenalan penyakit jantung, faktor risiko seperti hipertensi, diabetes melitus, kolesterol tinggi, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, hingga kebiasaan merokok. Selain itu, tim juga mengajarkan langkah-langkah pencegahan yang dapat langsung diterapkan di lingkungan masing-masing.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama Desa Binaan antara Program Studi D3 Keperawatan Poso dan Pemerintah Desa Sintuwulemba. Tim pelaksana juga didukung oleh dosen Agusrianto, S.Kep., Ns., M.M., Nirva Rantesigi, S.Kep., Ns., M.M., serta dibantu oleh empat orang mahasiswa.
Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mengubah paradigma masyarakat dari pendekatan kuratif (pengobatan) menuju preventif (pencegahan). Dengan peran aktif kader, deteksi dini risiko penyakit kardiovaskuler dapat dilakukan lebih luas dan berkelanjutan di tingkat desa.
Pemerintah Desa Sintuwulemba menyambut baik kegiatan ini. Mereka berharap para kader kesehatan yang telah dilatih dapat segera mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat, sadar risiko, dan berorientasi pada pencegahan.
Melalui program ini, Poltekkes Kemenkes Palu berkomitmen untuk terus hadir menjawab tantangan kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif yang berkelanjutan.**
















