Puskesmas Bulili Luncurkan Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi

Deteksi Dini Kesehatan Anak

Kepala Puskesmas Bulili, Bdn. Agustina S. Tr. Keb., SKM., MKM., ( ke empat dari kanan) dan Ajinah, Kepala Tata Usaha (KTU) UPTD Puskesmas Bulili sekaligus konselor pengasuhan lingkungan ( pertama dari kiri) ,saat meluncurkan program Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT), di UPTD Puskesmas Bulili, Rabu (20/08).

PALU, trustednews.id– UPTD Puskesmas Bulili, Kecamatan Palu Selatan, resmi meluncurkan program Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT), Rabu (20/08). Program ini dihadirkan sebagai upaya promotif dan preventif untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal sejak usia dini.

Kepala Puskesmas Bulili, Bdn. Agustina S. Tr. Keb., SKM., MKM., menjelaskan bahwa PKAT dirancang untuk memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada anak usia lebih dari 6 bulan hingga 7 bulan.

“PKAT ini tidak hanya sekadar pemeriksaan kesehatan, tetapi juga integrasi berbagai layanan seperti pemantauan gizi, imunisasi, deteksi tumbuh kembang, hingga edukasi bagi orang tua. Harapannya, anak-anak bisa dipantau kesehatannya secara rutin dan orang tua semakin teredukasi dalam pengasuhan,” ujar Agustina.

Layanan PKAT dilakukan melalui kolaborasi interprofesi kesehatan. Anak akan mendapatkan pemeriksaan langsung oleh dokter, pemantauan gizi, identifikasi kekhawatiran orang tua, evaluasi tumbuh kembang, serta konseling pengasuhan dengan menggunakan Buku KIA sebagai panduan.

Sementara itu, Ajinah, Kepala Tata Usaha (KTU) UPTD Puskesmas Bulili sekaligus konselor pengasuhan lingkungan, menekankan bahwa program ini juga memperkuat kerja sama lintas sektor.

“Melalui PKAT, kami ingin memastikan deteksi dini terhadap masalah kesehatan, baik medis, mental, maupun sosial. Semua program yang sudah berjalan sebelumnya seperti SDIDTK, PMT Lokal, PMBA, maupun kelas ibu balita kini terintegrasi agar lebih efektif,” jelas Ajinah.

PKAT memiliki tujuan umum untuk meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan anak dengan pendekatan komprehensif. Secara khusus, program ini menargetkan deteksi dini gangguan pertumbuhan seperti stunting, wasting, obesitas, gangguan penglihatan dan pendengaran, serta memastikan anak mendapatkan imunisasi, vitamin A, dan edukasi pemberian ASI eksklusif maupun MP-ASI tepat waktu.

Program ini menyasar seluruh anak usia 6 bulan, karena periode tersebut dinilai sebagai masa kritis perkembangan. Pada fase ini, tenaga kesehatan dapat mengevaluasi pemberian ASI, pengenalan makanan pendamping, hingga pembentukan pola hidup sehat anak.

Dengan adanya PKAT, Puskesmas Bulili berharap kualitas layanan kesehatan anak semakin meningkat, serta mampu memperkuat kolaborasi antarprogram kesehatan dan lintas profesi untuk mencetak generasi yang sehat dan berkualitas.(tha)