DONGGALA, trustednews.id– Dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu hamil di masyarakat, Tim Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) dari Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palu melaksanakan kegiatan bertajuk “Deteksi Dini Kelainan Jantung dan Pelatihan Kombi Yoarla (Kombinasi Yoga dan Aromaterapi Lavender)” di Desa Guntarano, wilayah kerja Puskesmas Wani, Kecamatan Tanantovea, Donggala. (Jumat, 1 Agustus 2025).
Ketua tim dosen pengabmas, Niluh Nita Silfia, SST., M.Keb, menekankan pentingnya pendekatan kesehatan holistik bagi ibu hamil yang kerap mengalami keluhan fisik dan psikologis selama masa kehamilan.
“Kami ingin memberikan alternatif solusi yang aman dan berbasis bukti, yaitu dengan metode Kombi Yoarla. Ini bukan sekadar senam, tapi juga bentuk dukungan mental dan emosional bagi ibu hamil. Harapannya, para bidan dan kader bisa meneruskan pengetahuan ini kepada masyarakat, agar manfaatnya lebih luas dirasakan,” ujarnya.

Niluh Nita menambahkan bahwa kegiatan ini ditujukan bagi para bidan dan kader kesehatan desa, dengan tujuan memberikan pengetahuan dan pelatihan mengenai senam yoga yang dipadukan dengan aromaterapi lavender, sebagai metode relaksasi alami untuk ibu hamil.
“Tujuan utama kami adalah memberikan pengetahuan dan pelatihan mengenai senam yoga yang dipadukan dengan aromaterapi lavender, dan metode ini diharapkan dapat menjadi cara baru yang efektif untuk membantu ibu hamil mencapai relaksasi, mengurangi stres, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan” terangnya.
Pelatihan dilaksanakan di Laboratorium Komplementer Yoga Jurusan Kebidanan dan dipandu langsung oleh dosen bersertifikat di bidang yoga kebidanan.
Yoga dikenal sebagai bentuk latihan yang tidak hanya menunjang kebugaran fisik, tetapi juga berdampak positif pada keseimbangan mental dan emosional. Gerakan yoga yang lembut dan teknik pernapasan dalam dipercaya mampu mengurangi stres, nyeri punggung, serta meningkatkan kualitas tidur. Kombinasi dengan aromaterapi lavender, yang diberikan melalui metode inhalasi, memperkuat efek relaksasi dan menenangkan pikiran, sehingga mendukung kesejahteraan ibu dan janin secara menyeluruh. Metode gabungan ini kemudian disebut sebagai “Kombi Yoarla”.

Andini, salah satu bidan peserta pelatihan dari Desa Guntarano, menyambut baik metode ini. “Ilmu ini sangat bermanfaat, dan nantinya akan kami terapkan di lapangan. Kombinasi yoga dan aromaterapi memberikan relaksasi maksimal bagi ibu hamil, menenangkan pikiran dan meningkatkan kesejahteraan janin,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Misnawati, kader kesehatan dari desa yang sama. Ia merasakan langsung manfaat dari sesi latihan. “Setelah yoga, punggung dan pinggang saya yang sebelumnya nyeri terasa jauh lebih nyaman. Yoga ini benar-benar membantu meregangkan otot-otot tubuh,” tuturnya.
Kegiatan ini juga didukung oleh dosen kebidanan lainnya, Hastuti Usman, SST., M.Keb, dan Narmin, SST., M.Keb. Ketiganya mengusung pendekatan edukatif dan preventif sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diimplementasikan langsung ke masyarakat.
Dengan pendekatan komplementer berbasis bukti ilmiah ini, kegiatan di Desa Guntarano diharapkan menjadi langkah awal dalam penerapan metode relaksasi yang aman, murah, dan efektif bagi kesehatan ibu hamil, sekaligus memperkuat peran tenaga kesehatan desa dalam promosi kesehatan maternal. (tha)














