OJK Sulawesi Tengah Bekali Calon Pekerja Migran dengan Literasi Keuangan

Sikapi Uang Dengan Bijak

Kepala OJK Sulteng, Bonny Hardi Putra, (Batik) dalam Peluncuran Buku Saku dan Menggelar Edukasi Keuangan Khusus Bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), di Gedung Nakertrans Provinsi Sulawesi Tengah,(16/12). FOTO : HUMAS OJK SULTENG

PALU, trustednews.id– Menjelang peringatan Hari Migran Internasional, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah meluncurkan buku saku dan menggelar edukasi keuangan khusus bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), di Gedung Nakertrans Provinsi Sulawesi Tengah,(16/12).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) setempat, diikuti sekitar 100 peserta, termasuk calon PMI yang akan berangkat ke Jepang dan Singapura, keluarga, serta mantan pekerja migran.

Kepala OJK Sulteng, Bonny Hardi Putra, dalam sambutannya menekankan peran strategis PMI sebagai pahlawan devisa dan kontributor ekonomi nasional. Menurutnya, pemahaman keuangan yang memadai sangat krusial sejak masa pra-keberangkatan hingga pascapulang ke tanah air.

“Dengan literasi keuangan yang baik, para PMI diharapkan mampu mengelola hasil jerih payahnya secara bijak, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun sebagai bekal masa depan,” ujar Bonny dalam sesi edukasi bertema “Sikapi Uang dengan Bijak”.

Dalam edukasi tersebut, OJK menyoroti pentingnya perencanaan keuangan keluarga, pengelolaan remitansi, serta pemilihan produk dan layanan keuangan yang legal. Peringatan juga disampaikan untuk mewaspadai aktivitas keuangan ilegal seperti investasi bodong, pinjaman online ilegal, dan penipuan digital yang kerap menyasar PMI dan keluarga.

“Kami mengajak untuk mengelola keuangan dengan perencanaan matang, tidak tergiur iming-iming keuntungan tidak wajar, dan selalu memastikan legalitas produk keuangan,” tegas Bonny.

Kegiatan ini turut melibatkan Bank Indonesia dan BPJS Ketenagakerjaan. Bank Indonesia memberikan materi tentang pengelolaan remitansi yang aman dan penggunaan kanal resmi untuk transaksi lintas negara. Sementara BPJS Ketenagakerjaan menyosialisasikan pentingnya jaminan sosial sebagai bentuk perlindungan bagi pekerja migran.

Kepala Balai BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim Ode Musnal, dalam sambutannya mengapresiasi sinergi antarlembaga ini. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat meningkatkan kecerdasan finansial calon PMI, PMI aktif, dan keluarganya, sekaligus melindungi mereka dari praktik keuangan ilegal demi mendukung kesejahteraan dan perekonomian nasional.*(tha)