Inovasi“KIT TANGGUH CEGAH ANEMIA” Poltekkes Kemenkes Palu Raih Prestasi Nasional di Bali

Poltekkes Kemenkes Palu dalam Mencetak Tenaga Kesehatan yang Inovatif

Direktur Poltekkes Kemenkes Palu, Dr. M. H. Supriadi. B., S. Kp., M. Kep. didampingi Wakil direktur III dan Wakil Direktur II serta Tim Hemoglory Poltekkes Kemenkes Palu. FOTO : IST

PALU,trustednews.id– Tim Hemoglory Poltekkes Kemenkes Palu berhasil menorehkan prestasi membanggakan di ajang National Health Interprofessional Education Competition (NHIEC) tingkat nasional yang digelar di Bali belum lama ini.

Mereka meraih Juara 2 kategori Best Solution dan Juara 3 kategori Best Team. Keberhasilan ini diraih berkat inovasi bertajuk “KIT Tangguh Cegah Anemia”, sebuah solusi strategis untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Tim Hemoglory terdiri dari mahasiswa lintas program studi, yakni Alifya Nurchalisa (Prodi Sarjana Terapan Kebidanan), Yusuf Rivaldi Lawira (Prodi Sarjana Terapan Keperawatan), Galuh Putri Cahyani (Prodi D3 Gizi), dan Bintang Gazy Al Gifari Pontoh (Prodi Sarjana Terapan Keperawatan).

Wakil Direktur III Poltekkes Kemenkes Palu bidang kemahasiswaan, Sumiaty, S. SiT, MPH, menyampaikan apresiasi atas prestasi ini. Menurutnya, NHIEC merupakan ajang strategis bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan kompetitif, ilmiah, dan kolaboratif.

“Keikutsertaan mahasiswa dalam kompetisi ini memiliki nilai penting bagi pengembangan diri mereka. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar memahami peran dan perspektif berbagai profesi kesehatan, serta membangun keterampilan bekerja sama demi kepentingan pasien dan masyarakat. Selain itu, pengalaman ini menumbuhkan rasa percaya diri, daya saing, dan semangat belajar berkelanjutan yang akan sangat berguna di dunia kerja,” ujarnya.

Sumiaty menegaskan bahwa pihaknya sangat memotivasi, memfasilitasi, dan mendukung kegiatan seperti ini. Ia menilai, ajang lomba ini mampu memperkuat profil lulusan sekaligus membangun reputasi Poltekkes Kemenkes Palu sebagai kampus yang melahirkan tenaga kesehatan profesional, adaptif, dan berwawasan luas.

Selain itu, kompetisi nasional juga menjadi sarana memperluas jejaring antar mahasiswa dan institusi kesehatan di seluruh Indonesia. Interaksi lintas daerah dan profesi, lanjutnya, akan memperkaya wawasan mahasiswa tentang kondisi kesehatan di berbagai wilayah, sekaligus memunculkan ide-ide inovatif yang dapat diimplementasikan di daerah masing-masing, termasuk di Kota Palu.

“Partisipasi mahasiswa dalam ajang ini selaras dengan visi Poltekkes Kemenkes Palu untuk mencetak lulusan tenaga kesehatan unggul yang mampu berkontribusi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Keberhasilan di tingkat nasional akan menjadi motivasi bagi angkatan berikutnya, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Poltekkes Kemenkes Palu mampu bersaing dan berprestasi,” tutupnya.

Prestasi Tim Hemoglory ini semakin mengukuhkan komitmen Poltekkes Kemenkes Palu dalam mencetak tenaga kesehatan yang inovatif, kompeten, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat Indonesia.(tha)