PALU, trustednews.id– Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Palu menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-V yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 IBI dan seminar kesehatan di Ballroom Hotel Aston Palu, Sabtu (21/06/2025).
Kegiatan ini secara resmi dibuka Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Rochmat Jasin, yang mewakili Wali Kota Palu.
Ketua IBI Kota Palu, Titin Lestari, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Muscab merupakan agenda rutin lima tahunan untuk mengevaluasi program kerja, menyusun rencana kerja baru, serta memilih pengurus baru organisasi. Forum ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan solidaritas para bidan di Kota Palu.
“Jumlah anggota IBI Kota Palu saat ini mencapai 758 bidan yang merupakan tenaga profesional dan mitra kaum perempuan. Bidan bertanggung jawab memberikan asuhan, dukungan, dan nasihat selama masa hamil, persalinan, nifas, serta dalam perawatan bayi,” kata Ketua IBI Kota Palu dua Periode ini.
Ia menegaskan, bidan memiliki peran strategis dalam pencegahan komplikasi ibu dan anak, promosi kesehatan, hingga penanganan kegawatdaruratan. Peran tersebut diharapkan mendukung penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan angka kematian balita (AKBA).
Titin berharap Muscab kali ini dapat menghasilkan keputusan yang memperkuat organisasi dan mendukung visi-misi Pemerintah Kota Palu dalam mewujudkan kota yang mantap, berkelanjutan, akseleratif, inovatif, dan kolaboratif.
Senada dengan itu, Ketua IBI Provinsi Sulawesi Tengah, Euis Bianca, mendorong para bidan untuk terus meningkatkan peran dan kompetensinya dalam mendukung pembangunan kesehatan di daerah.
“Atas nama pengurus daerah, kami mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua IBI Kota Palu periode 2018–2023 atas pengabdiannya. Kami berharap Muscab ini dapat memilih pengurus yang solid untuk periode 2023–2028, yang siap berkolaborasi dengan pemerintah dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang paripurna dan berkualitas,” ujar Euis.
Euis menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan organisasi profesi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya terkait kesehatan ibu, anak, reproduksi, dan percepatan penurunan stunting. Ia juga mengingatkan bidan untuk terus mengembangkan kompetensi diri agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang profesional.
“Melalui keberadaan bidan di Sulawesi Tengah, kita berharap angka kematian ibu dan bayi dapat ditekan, serta stunting turun secara signifikan. Bidan harus menjadi garda terdepan dan terus berinovasi dalam mendukung program Berani Sehat dan program unggulan lainnya di daerah,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Rochmat Jasin, menyampaikan apresiasinya atas peran strategis IBI dan para bidan dalam mendukung program kesehatan pemerintah, termasuk penurunan stunting, peningkatan cakupan pelayanan ibu dan anak, serta penyuluhan kesehatan di masyarakat.
“Bidan bukan hanya pendamping ibu hamil, tetapi juga garda terdepan dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta peningkatan kualitas generasi penerus bangsa. Seluruh bidan diharapkan terus meningkatkan kompetensi, menjaga etika profesi, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor agar pelayanan kebidanan semakin bermutu, aman, dan terpercaya,” tutup Rochmat.
Kegiatan Muscab ini diikuti para bidan se-Kota Palu dengan penuh semangat kebersamaan untuk memperkuat peran profesi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (tha)














