Berita  

Gubernur Anwar Hafid Kukuhkan FKPA, Dorong Adat Jadi Pilar Pembangunan Sulteng

Sinergi Antara Pemerintah dan Pemangku Adat

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, secara resmi mengukuhkan Forum Komunikasi Pemangku Adat (FKPA) dalam rangkaian Silaturahmi Akbar Pemangku Adat se-Sulawesi Tengah, Selasa (14/04/2026). FOTO: BIRO ADPIM SETDAPROV

PALU, Trustednews.id — Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, secara resmi mengukuhkan Forum Komunikasi Pemangku Adat (FKPA) dalam rangkaian Silaturahmi Akbar Pemangku Adat se-Sulawesi Tengah, Selasa (14/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Best Western Plus Coco itu turut dihadiri Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido serta para pemangku adat dan tokoh masyarakat dari berbagai wilayah.

Mengusung tema “Dari Adat untuk Peradaban Dunia”, kegiatan ini menjadi momentum penguatan peran masyarakat hukum adat dalam mendukung pembangunan daerah, sekaligus bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam sambutannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa arah pembangunan daerah ke depan mengedepankan harmoni antara nilai budaya dan kesejahteraan masyarakat. Konsep tersebut diwujudkan melalui semangat “Berani Harmoni” dan “Berani Berkah”.

“Adat adalah fondasi dalam membangun masa depan yang bermartabat. Melalui semangat Berani Beradat, Berdaya untuk Masa Depan, kita menjadikan adat sebagai kekuatan menghadapi tantangan zaman,” ujar Anwar.

Ia menekankan pentingnya integrasi nilai kearifan lokal dan spiritual dalam sistem pemerintahan. Menurutnya, kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kemampuannya menjaga akar budaya dan nilai-nilai tersebut.

Pembentukan FKPA, lanjutnya, merupakan gagasan yang telah dirancang bersama Wakil Gubernur sejak sebelum menjabat, dan kini telah diformalkan dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.

“FKPA bukan untuk mengatur adat istiadat, karena itu sepenuhnya menjadi kewenangan pemangku adat. Forum ini menjadi ruang komunikasi, diskusi, dan silaturahmi untuk memperkuat persatuan dalam keberagaman,” jelasnya.

Gubernur juga mengapresiasi kehadiran para pemangku adat dan tokoh lintas generasi, termasuk raja-raja se-Sulawesi Tengah, yang dinilai sebagai simbol kuatnya persatuan daerah.

Ia menambahkan, praktik baik dari negara seperti Jepang dan Thailand menunjukkan bahwa kemajuan dapat dicapai dengan menjaga nilai kearifan lokal dan spiritual dalam kehidupan berbangsa.

Di akhir sambutannya, Anwar berharap FKPA dapat menjadi jembatan efektif antara pemerintah dan pemangku adat, serta terbentuk hingga tingkat kabupaten dan kota.

“Forum ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan pemangku adat dalam menjaga serta mengembangkan nilai-nilai budaya di Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menyerahkan bantuan revitalisasi rumah adat sebagai bentuk komitmen pelestarian budaya. Selain itu, penghargaan kehormatan adat turut diberikan kepada para gubernur Sulawesi Tengah sebelumnya atas kontribusi mereka dalam pembangunan daerah.*