Warga Boneoge Antusias Ikuti Deteksi Dini Penyakit Jantung Koroner Bersama Poltekkes Kemenkes Palu

Pencegahan Jauh Lebih Baik daripada Pengobatan.

Tim pengabdian terdiri dari dosen Poltekkes Kemenkes Palu dan tenaga medis dari Puskesmas Donggala dan Tim Pengelola Program Penyakit Tidak Menular (PTM).

DONGGALA,trustednews.id – Upaya edukasi dan pencegahan penyakit tidak menular kembali digalakkan di masyarakat melalui kegiatan penyuluhan kesehatan dan skrining dini penyakit jantung koroner.

Kegiatan ini digelar oleh dosen dan mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Palu di Kelurahan Boneoge, Kabupaten Donggala, Rabu (3/7), sebagai bagian dari tri dharma perguruan tinggi Poltekkes Kemenkes Palu.

Kegiatan bertema “Penyuluhan dan Deteksi Dini Penyakit Jantung Koroner” ini dibuka langsung oleh Lurah Boneoge, Fitriah, S.A.P., serta melibatkan berbagai unsur lintas sektor, termasuk tenaga medis dari Puskesmas Donggala dan Tim Pengelola Program Penyakit Tidak Menular (PTM).

Tim pengabdian terdiri dari dosen Poltekkes Kemenkes Palu yakni Metrys Ndama, Ismunandar, dan I Wayan Supetran, serta para mahasiswa keperawatan.

Sekitar 70 warga hadir, mulai dari tokoh masyarakat, kader kesehatan, hingga warga lanjut usia (lansia). Kegiatan diawali dengan penyuluhan kesehatan oleh dr. Masye Kalendesang dari Puskesmas Donggala, yang menyampaikan pentingnya deteksi dini dan pola hidup sehat sebagai langkah utama mencegah penyakit jantung koroner.

“Penyakit jantung koroner masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa menjaga kesehatan jantung bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mengatur pola makan dan rutin memeriksakan kesehatan,” ujar Metrys Ndama selaku ketua tim kegiatan.

Usai sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis meliputi pengecekan kolesterol, glukosa darah, serta pengukuran antropometri seperti tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut. Hasil pengukuran tersebut digunakan untuk menilai status gizi dan potensi risiko sindrom metabolik sebagai faktor pemicu penyakit jantung.

Lurah Boneoge mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan manfaat nyata bagi warganya. “Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Deteksi dini sangat penting agar penyakit bisa diantisipasi sebelum berkembang menjadi parah,” ujarnya.

Antusiasme warga menunjukkan tingginya kebutuhan akan pelayanan kesehatan promotif dan preventif. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk pola hidup sehat masyarakat serta memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kesehatan jantung.

Salah satu tokoh masyarakat, H. Ikbal, juga menyampaikan rasa terima kasihnya. “Banyak warga di sini yang belum pernah memeriksakan gula darah atau kolesterolnya. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan sebaiknya rutin dilakukan,” katanya.*ril