Tim Pusat dan Poltekkes Kemenkes Palu Lakukan Monitoring Pendampingan INEY di Parigi Moutong

Tim INEY Kunjungi Taopa dan Moutong

Tim Pusat Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Bersama Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Palu Melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (monev) Pendampingan di Puskesmas Moutong, (13/08). FOTO : TIM INEY

PARIGI MOUTONG,trustednews.id– Tim pusat Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) bersama Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Palu melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pendampingan di dua puskesmas wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Rabu (13/8/2025) dan Kamis (14/8/2025).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu dilakukan di UPTD Puskesmas Taopa dan UPTD Puskesmas Moutong. Jarak tempuh dari Kota Palu menuju Puskesmas Taopa mencapai 321 kilometer atau sekitar 7 jam 31 menit perjalanan darat, sementara menuju Puskesmas Moutong berjarak 338 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih delapan jam.

Tim pusat INEY terdiri dari Ali Rahmansyah, SKM., M.Epid (Direktorat Imunisasi Kemenkes), Christgiveme Danielle, SKM dan Dhea Karina Yuffty, SKM (Staf SekretariatINEY), serta Esny, SKM., MKM (Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer). Mereka didampingi Tim Pendamping INEY Poltekkes Kemenkes Palu yang dipimpin Kadar Ramadhan, SKM., MKM, serta perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong.

Ketua Tim Pusat INEY, Ali Rahmansyah, menjelaskan bahwa monev dilakukan untuk mengetahui hambatan yang dihadapi puskesmas dalam pendampingan, sekaligus membahas rencana tindak lanjut.

“Kami ingin mendengar langsung kendala di lapangan, terutama terkait imunisasi zero dose, yakni bayi yang tidak mendapatkan imunisasi DPT1. Kami juga akan berdiskusi mengenai imunisasi kejar agar cakupan pelayanan dapat ditingkatkan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga memastikan tata kelola Unit Pelayanan Kesehatan Desa/Kelurahan (UPKDK) berjalan efektif, berorientasi pada peningkatan mutu layanan, serta sesuai norma, standar, prosedur, dan kriteria yang berlaku. Dan tim juga memberikan rekomendasi pemecahan masalah terkait UPKDK, serta melakukan sosialisasi Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/737/2025 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Klinik Desa/Kelurahan dan Apotek Desa/Kelurahan,” ujar Ali Rahmansyah.

Sementara itu, Ketua Tim Pendamping INEY Poltekkes Kemenkes Palu, Kadar Ramadhan, memaparkan bahwa pendampingan yang telah dilakukan meliputi berbagai program kesehatan masyarakat, di antaranya:

Peningkatan kapasitas kader dan monitoring pencatatan serta pelaporan penilaian kader.

Asistensi implementasi distribusi dan konsumsi tablet tambah darah (TTD) remaja putri, edukasi ANC bagi ibu hamil, dan pemantauan praktik pemberian makanan pendamping ASI (MPASI).

Pemantauan pertumbuhan balita, imunisasi, validasi data sasaran imunisasi kejar, serta pelaksanaan program makanan tambahan (PMT) lokal sesuai standar.

“Pendampingan ini masih akan berlanjut hingga Oktober 2025 di daerah intervensi stunting di Kabupaten Parigi Moutong,” ungkap Kadar.

Kepala UPTD Puskesmas Taopa, Nurlian, SKM, dan Kepala UPTD Puskesmas Moutong, Yasir Syam, SKM, mengaku senang atas kunjungan tim pusat. Menurut mereka, momen ini menjadi kesempatan untuk menyampaikan langsung kendala di lapangan, termasuk keterbatasan sarana pendukung layanan imunisasi.

“Kami berharap adanya pengadaan vaccine refrigerator atau kulkas penyimpanan vaksin agar pelayanan kepada masyarakat bisa optimal,” ujar keduanya.

Kegiatan monev ini menjadi bagian penting dalam memastikan implementasi program INEY berjalan sesuai target, sekaligus menjembatani komunikasi antara pemerintah pusat, pendamping daerah, dan fasilitas kesehatan tingkat kecamatan.(wid)