Reses Ketua DPRD Sulteng di Palupi, Salurkan Aspirasi Drainase hingga Penguatan Lembaga Adat

Langsung Ditanggapi Arus Abdul Karim

Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Periode 2024-2029, H. Mohammad Arus Abdul Karim, melaksanakan penjaringan aspirasi masyarakat atau reses di Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, pada Senin (17/11/2025).

PALU, trustednews – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Periode 2024-2029, H. Mohammad Arus Abdul Karim, melaksanakan penjaringan aspirasi masyarakat atau reses di Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, pada Senin (17/11/2025). Kegiatan yang merupakan bagian dari masa persidangan tahun kedua T.A. 2025 ini dihadiri oleh sekitar 100 warga yang berdomisili di kawasan BTN Puskud.

Dalam sambutannya, Arus menegaskan bahwa kunjungannya merupakan bentuk realisasi janji dari kegiatan Komunikasi Dialog Langsung (Kundapil) yang digelar beberapa bulan sebelumnya. Ia mendorong masyarakat untuk memaksimalkan proposal yang telah diserahkan.

“Kami sangat berharap agar proposal-proposal yang telah berada di tangan kami ini dapat benar-benar dimaksimalkan. Ruang koordinasi melalui Ketua RT/RW hingga kelurahan tetap terbuka jika ada usulan yang tertinggal,” pesan Arus, mengingatkan bahwa prioritas penanganan mungkin akan dialihkan ke kelurahan lain pada tahun berikutnya.

Beberapa perwakilan warga menyampaikan keluhan dan usulan mereka secara langsung. Ervan Bakran, Ketua RT 02 RW 06, mengungkapkan persoalan drainase yang serius di wilayahnya.

“Ketika musim hujan, beberapa rumah di wilayah saya kemasukan air hingga ke bawah ranjang. Ibaratnya seperti hidup di atas kolam. Kami sangat membutuhkan perbaikan drainase,” ujarnya. Selain itu, ia juga meminta perbaikan untuk jalan lingkar di Rabat Barugah

Aspirasi lain disampaikan oleh Ikhlas Kalbi, perwakilan Lembaga Adat Kelurahan Palupi. Ia memaparkan tantangan yang dihadapi lembaganya, terutama terkait keterbatasan anggaran.

“Kami cukup prihatin karena penghargaan terhadap lembaga adat masih sangat minim. Honor yang diterima hanya Rp500 ribu per triwulan, jauh di bawah RT,” keluhnya. Ia mengusulkan pengadaan seragam lembaga dan pembentukan kelompok usaha, seperti air minum isi ulang, untuk kemandirian finansial.

Menanggapi hal tersebut, Mohammad Arus memberikan respons dan solusi yang konkret. Untuk masalah drainase dan perbaikan bahu jalan, ia berjanji akan menurunkan tim lapangan.

“Insyaallah, kami akan turunkan tim untuk mengecek kondisi di lapangan agar penanganannya terintegrasi, tidak sepotong-sepotong,” tegasnya.

Mengenai usulan Lembaga Adat, Arus menyetujui pengadaan seragam untuk sembilan anggota tanpa perlu proposal rumit. Untuk rencana usaha, ia mendukung dan menyarankan kerja sama dengan pengurus masjid setempat.

“Untuk seragam, cukup dicatat. Untuk usaha, bisa kerja sama dengan masjid. Ini bisa menjadi tambahan pemasukan dan memudahkan warga,” sarannya.

Namun, untuk usulan air bersih dari warga lainnya, Arus menjelaskan bahwa hal tersebut telah menjadi kewenangan program Pemerintah Kota (Pemkot) Palu melalui program Uweta, sehingga tidak bisa ditangani melalui aspirasi dewan (Pokir). Meski demikian, timnya akan tetap meninjau lokasi untuk kemungkinan penanganan sementara.

Sementara itu, pihak Kelurahan Palupi menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan reses yang dilaksanakan oleh Ketua DPRD Sulteng ini.

“Kami atas nama Kelurahan Palupi sangat mengapresiasi kegiatan reses ini. Forum seperti ini sangat efektif untuk menjembatani aspirasi masyarakat langsung ke pemangku kebijakan di tingkat provinsi. Semoga kolaborasi yang baik ini dapat terus berlanjut untuk kemajuan Kelurahan Palupi,” ujar Lurah Palupi.

Kegiatan reses ditutup dengan harapan agar seluruh usulan yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Palupi dan penyerahan bantuan kepada Mesjid Al Mutaqqin Palupi.(tha)