banner 728x250
Berita  

Garda FC Pionir Kolaborasi Media & Sepak Bola

Launching Tim Garda FC di Gurki Sunju Farm, Desa Sunju, Kabupaten Sigi, pada Selasa (23/12/2025) malam. FOTO: DOK GARDA FC

SIGI,trustednews.id– Dunia persepak bolaan Sulawesi Tengah mendapat angin segar dengan terobosan baru Garda FC. Menyongsong Liga 4 2025, klub asal Sigi resmi melantik pengurus baru dengan komposisi unik: 80% diisi oleh praktisi media atau jurnalis. Langkah ini diyakini akan membawa standar profesionalitas, transparansi, dan komunikasi publik yang lebih baik dalam pengelolaan klub. Pelantikan berlangsung hangat di Gurki Sunju Farm, Desa Sunju, Kabupaten Sigi, pada Selasa (23/12/2025) malam.

Inisiatif menggandeng insan pers ini menjadi sinyal kuat komitmen Garda FC untuk membangun tata kelola klub yang terbuka dan akuntabel di tengah masyarakat.

Ketua Umum Garda FC, Kombes Pol Pribadi Sembiring, menekankan bahwa kolaborasi ini dirancang untuk menciptakan kontribusi nyata bagi kemajuan sepak bola di Sulawesi Tengah.

“Kami tidak hanya berambisi di lapangan, tetapi juga ingin membangun fondasi organisasi yang profesional dan komunikatif. Keterlibatan rekan-rekan jurnalis krusial untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar Pribadi.

Beberapa nama jurnalis senior kini mengisi pos-pos strategis. Abdee Mari ditetapkan sebagai Wakil Ketua, Taufan Bustan sebagai Sekretaris, dan Syamsuddin Tobone menjabat Direktur Pembinaan Usia Dini.

Sementara posisi Manajer Tim dipercayakan kepada Ramli Abbas.Untuk mematangkan persiapan menghadapi Liga 4, Garda FC juga telah mengangkat Fauzi Lamarauna (Coach Zicko) sebagai pelatih kepala. Ia akan didampingi oleh Yuyun Firman Maranua sebagai pelatih kiper.Coach Zicko menyambut positif model kepengurusan baru ini.

“Sinergi antara kepelatihan dan manajemen yang memahami pentingnya komunikasi publik akan menjadi energi tambahan bagi tim. Saya optimis dengan model kolaborasi ini,” tuturnya.

Sebagai langkah konkret berikutnya, Garda FC akan segera membuka seleksi pemain. Kehadiran klub dengan model manajemen inovatif ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan teladan bagi pengelolaan klub amatir lainnya di Sulawesi Tengah, menuju ekosistem sepak bola yang lebih transparan, profesional, dan berkembang pesat.*(tha)