PALU,trustednews.id– Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Tenaga Kerja Kota Palu bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Shara menggelar Pelatihan Tata Boga bagi masyarakat. Kegiatan ini berlangsung mulai 25 Agustus hingga 6 September 2025 di Kota Palu.
Pelatihan tersebut diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan yang memiliki minat di bidang tata boga. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya dalam pengolahan makanan, sehingga dapat menjadi peluang usaha dan menambah penghasilan keluarga.
Kepala Bidang Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kota Palu
Mohamad Fadly, SE., M. Adm KP, menuturkan bahwa program ini menjadi salah satu upaya pemerintah kota dalam mencetak tenaga kerja yang terampil dan mandiri.
“Kami berharap para peserta bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Keterampilan yang diperoleh bukan hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi usaha kuliner yang produktif. Dengan begitu, masyarakat bisakah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Palu,” ujarnya.
Sementara itu, Penasehat sekaligus Pembina LPK Shara, Djamaluddin Parengrengi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada lembaga pelatihan yang dipimpinnya. Ia mengungkapkan bahwa LPK Shara sudah berdiri sejak delapan tahun lalu, bahkan sebelum bencana gempa, dan telah beberapa kali dipercaya menyelenggarakan pelatihan serupa.
“Alhamdulillah, baru tahun ini kami kembali dipercaya oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Palu. Ini sudah angkatan ketiga untuk pelatihan tata boga. Sebelumnya kami juga pernah melatih peserta dari kalangan disabilitas, dan kini pesertanya lebih umum. Harapan kami setelah ikut pelatihan, peserta bisa mempraktikkan keterampilannya, mulai dari membantu keluarga hingga membuka usaha sendiri,” jelasnya.
Salah satu peserta, Dewi Nofitasari, mengaku bersyukur bisa ikut serta dalam kegiatan ini. Ia menuturkan bahwa ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti pelatihan tata boga.
“Saya senang sekali bisa ikut. Ini pengalaman pertama saya ikut pelatihan seperti ini, jadi banyak ilmu baru yang saya dapatkan. Semoga setelah selesai, saya bisa mempraktikkan keterampilan ini dan mungkin membuka usaha kecil-kecilan,” ungkap Dewi.
Pelatihan tata boga ini diharapkan menjadi jalan bagi masyarakat Palu untuk tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga membuka peluang usaha baru di sektor kuliner.(irh)














