banner 728x250
Pawai Tarhib Keluarga Besar Bina Insan Palu Semarakkan Sambut Ramadan
Pendidikan  

Pawai Tarhib Keluarga Besar Bina Insan Palu Semarakkan Sambut Ramadan

PALU,trustednews.id — Keluarga besar Bina Insan Palu menggelar pawai tarhib dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan ini dimulai dari SD Bina Insan Palu di Jalan Agatis dan berakhir di Masjid Baitul Khairat Palu.

Pawai tarhib diikuti ratusan peserta yang melibatkan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD hingga SMP (high school), bersama para guru dan orang tua murid. Antusiasme terlihat sejak pagi, dengan kendaraan yang bergerak tertib masuk ke kompleks sekolah SD Bina Insan Palu, untuk dihias oleh wali murid dan pihak sekolah.

Sekitar 100 unit mobil pikap ambil bagian dalam pawai ini. Setiap kendaraan dihias dengan ornamen renda-renda dan atribut bernuansa Islami, menambah semarak suasana serta menarik perhatian masyarakat yang menyaksikan di sepanjang jalan yang akan dilintasi.

Salah satu wali murid, ibu Dewi, orang tua siswa kelas V Mu’adz Bin Jabal SD Bina Insan, mengaku senang bisa terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pawai tarhib menjadi sarana edukatif sekaligus mempererat kebersamaan antara sekolah dan orang tua.

“Ini kegiatan yang sangat positif. Anak-anak jadi belajar menyambut Ramadan dengan gembira, sekaligus melatih kerja sama dan kreativitas. Kami sebagai orang tua juga senang bisa ikut berpartisipasi, mulai dari menghias mobil sampai mendampingi anak-anak,” ujar Dewi saat ditemui media di sela-sela persiapan pawai.

Pawai tarhib keluarga besar Bina Insan Palu ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat religius sejak dini serta memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.( dnf)

Untad Resmi Luncurkan PPDS-1, Perkuat Layanan Kesehatan Sulawesi Tengah
Berita, Kesehatan, Pendidikan  

Untad Resmi Luncurkan PPDS-1, Perkuat Layanan Kesehatan Sulawesi Tengah

PALU, trustednews.id – Pemerintah Kota Palu menyatakan dukungannya terhadap penguatan pendidikan dan layanan kesehatan di Sulawesi Tengah melalui kehadiran pada Grand Launching Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS-1) Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako, Jumat (13/2/2026).

Wali Kota Palu diwakili Pelaksana Tugas Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Rahmad Mustafa, S.STP., M.Si., menghadiri kegiatan yang digelar di Aula Fakultas Kedokteran Untad tersebut.

Launching PPDS-1 mengusung tema “Menuju Penguatan Pendidikan dan Layanan Kesehatan di Wilayah Sulawesi Tengah” dan secara resmi dibuka Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido. Kegiatan ini juga diikuti secara virtual oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan.

Adapun program studi spesialis yang resmi diluncurkan meliputi Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Bedah, serta Ilmu Penyakit Dalam. Program tersebut berada di bawah pendampingan Universitas Hasanuddin sebagai institusi pembina.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako membuka PPDS-1 setelah melalui proses panjang pemenuhan persyaratan administrasi dan sarana prasarana.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah siap memberikan dukungan penuh karena program ini sejalan dengan komitmen Berani Sehat, mengingat masih terbatasnya jumlah dokter spesialis di sejumlah daerah.

“PPDS-1 ini harus dibuka agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan layanan kesehatan spesialistik. Hampir sebagian besar daerah masih kekurangan dokter spesialis,” ujar Reny.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Program Berani Cerdas juga menyatakan kesiapan membantu pembiayaan pendidikan dokter spesialis pada tahap awal, khususnya pada semester genap.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Gubernur berharap para peserta PPDS-1 mampu menjaga kualitas pendidikan serta keberlanjutan program demi peningkatan layanan kesehatan di Sulawesi Tengah.

Kehadiran perwakilan Pemerintah Kota Palu dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan konkret terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan, sekaligus langkah strategis memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sulawesi Tengah.*(tha)

Menag Ingatkan Guru Agama Buddha Tak Hanya Mengajar dengan Rasio
Berita, Nasional  

Menag Ingatkan Guru Agama Buddha Tak Hanya Mengajar dengan Rasio

JAKARTA,trustednews.id— Menteri Agama RI Nasaruddin Umar meminta para guru Pendidikan Agama Buddha tidak hanya mengandalkan pendekatan rasional dalam proses belajar mengajar, tetapi juga mengedepankan nilai rasa dan spiritualitas guna membentuk karakter peserta didik.

Hal tersebut disampaikan Menag saat menghadiri kegiatan Apresiasi Guru Pendidikan Agama Buddha dan Pendidikan Keagamaan Buddha Tahun 2025 di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Minggu (21/12/2025).

Menag menjelaskan, secara filosofis kata guru berasal dari bahasa Sanskerta, yakni gu yang berarti kegelapan dan ru yang bermakna cahaya. Makna tersebut menegaskan peran guru sebagai penerang yang membimbing murid keluar dari ketidaktahuan.

“Jika pendidikan hanya mengandalkan rasio, murid memang menjadi cerdas, tetapi berpotensi kehilangan kepekaan nurani. Guru harus mengajarkan ilmu dengan rasa, intelektual, dan spiritualitas agar lahir generasi berkarakter,” ujar Menag.

Dalam ajaran Buddha, Siddharta Gautama disebut sebagai teladan utama bagi para pendidik. Oleh karena itu, Menag mendorong para guru untuk menerapkan empat nilai luhur Brahmavihāra dalam mendidik, yakni mettā (cinta kasih), karuṇā (welas asih), mudita (empati), dan upekkhā (keseimbangan batin).

Menag juga menekankan peran guru sebagai kalyāṇamitta atau sahabat yang baik dalam membimbing siswa menuju jalan kebenaran. Selain itu, ia mendorong penerapan kurikulum berbasis ekologi yang selaras dengan doa universal umat Buddha, Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta atau “semoga semua makhluk berbahagia”.

Menurut Menag, konsep tersebut mencerminkan nilai moderasi beragama yang menekankan harmoni antara manusia dan alam. “Jika alam rusak, manusia juga akan terdampak. Kesadaran ini penting ditanamkan sejak dini,” katanya.

Pada kesempatan itu, Menag menyampaikan apresiasi kepada para guru, khususnya yang bertugas di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru melalui berbagai bentuk apresiasi serta dukungan sarana penunjang pendidikan.

“Pengabdian para guru merupakan perjuangan kemanusiaan yang bernilai luhur dan patut diapresiasi,” pungkas Menag.**(tha)

Poltekkes Kemenkes Palu Monev Program Imunisasi “Iney” Fase II
Berita, Daerah, Kesehatan, Pendidikan  

Poltekkes Kemenkes Palu Monev Program Imunisasi “Iney” Fase II

PARIGI-MOUTONG, trustednews.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat terus berupaya meningkatkan cakupan dan menekan angka Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Upaya ini dievaluasi dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Imunisasi “Iney” Fase II yang di kantor Dinkes Parigi Moutong, Jumat, (28/11).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.