DONGGALA, Trustednews.id — Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit jantung terus digencarkan. Tim Pengabdi dari Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Palu menggelar edukasi kesehatan melalui program HeartFit Community di Desa Wani Lumbupetigo, Kamis, (19/2/2026).
Kegiatan ini difokuskan pada pencegahan dan deteksi dini penyakit jantung yang hingga kini masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia.
Ketua Tim Pengabdi, Dr. Jurana, S.Kep., Ns., M.Kes., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat merupakan bagian dari tridarma perguruan tinggi yang wajib dijalankan oleh dosen secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan jantung sejak dini,” ujarnya.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua BPD Desa Wani Lumbupetigo, Alwan, yang juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Program seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami, karena memberikan pemahaman langsung tentang pentingnya menjaga kesehatan, khususnya penyakit jantung. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ungkap Alwan.
Ia juga menambahkan bahwa edukasi kesehatan sangat dibutuhkan masyarakat desa, terutama untuk meningkatkan kesadaran dalam melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Materi edukasi disampaikan oleh Firdaus, SKM., M.Kes. yang mengulas secara komprehensif terkait penyakit jantung, faktor risiko, serta pentingnya deteksi dini. Penyuluhan turut didampingi oleh dosen Dr. Baharuddin Condeng, SKM., M.Kes. dan Ns. Taqwin, S.Kep., M.Kes.
Sebanyak 35 peserta yang terdiri dari masyarakat umum dan kader kesehatan desa mengikuti kegiatan dengan antusias. Edukasi berlangsung selama satu jam, dimulai dari pretest, pemaparan materi, diskusi interaktif, hingga posttest yang difasilitasi mahasiswa.
Data global menunjukkan penyakit jantung menyebabkan sekitar 17,9 juta kematian setiap tahun. Minimnya pemahaman masyarakat terhadap faktor risiko seperti hipertensi, pola hidup tidak sehat, serta kurangnya pemeriksaan rutin menjadi tantangan utama, khususnya di wilayah perdesaan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu mengenali risiko sejak dini dan mulai menerapkan gaya hidup sehat. Tingginya partisipasi dalam sesi tanya jawab menjadi indikator meningkatnya kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kesehatan jantung.
Program HeartFit Community ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian masyarakat desa untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan, khususnya kesehatan jantung.**
















