PALU,trustednews.id – Anggota DPRD Kota Palu, Nurhalis Nur, menyoroti melonjaknya harga gas LPG 3 kilogram serta masih beroperasinya hiburan malam menjelang bulan suci Ramadhan. Hal tersebut disampaikannya di penghujung Rapat Paripurna DPRD Kota Palu yang berlangsung di Ruang Sidang Utama, Rabu (19/2).
Nurhalis menegaskan bahwa LPG 3 kilogram merupakan gas bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Karena itu, ia kembali mengingatkan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak menggunakan gas LPG melon, sebagaimana edaran yang pernah dikeluarkan Pemerintah Kota Palu.
“Kalau memang sudah ada edaran, tolong itu ditaati. Saya yakin ASN yang hadir di sini tidak menggunakan LPG 3 kilogram. Kalau pun ada, mungkin ASN di luar sana. Kasihan masyarakat kita, apalagi kebutuhan menjelang puasa tentu meningkat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa harga LPG 3 kilogram di pasaran sempat melonjak drastis hingga mencapai Rp60 ribu per tabung, sehari menjelang Ramadhan. Kondisi tersebut diduga akibat ulah oknum pangkalan yang bermain mata dengan pengecer.
“Ini tidak bisa dibiarkan. Mohon kepada Satpol PP atau satuan tugas terkait untuk menertibkan pangkalan-pangkalan yang nakal. Bayangkan kalau masyarakat tidak mendapatkan gas saat sahur. Ini tanggung jawab kita semua sebagai pemerintah,” tegasnya.
Selain persoalan LPG, Nurhalis turut menyoroti aktivitas hiburan malam dan eks lokalisasi prostitusi yang masih berjalan menjelang bulan puasa. Ia meminta Pemerintah Kota Palu agar mengimbau para pengelola klub malam untuk menghormati Ramadhan dengan menghentikan operasional sementara.
“Bulan puasa ini harus kita jaga bersama. Kalau bisa, sebulan ini tidak beroperasi dulu. Termasuk eks prostitusi, agar diingatkan kembali. Jangan sampai mencederai dan menodai bulan yang penuh berkah ini,” katanya.
Di akhir penyampaiannya, Nurhalis berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat selama Ramadhan, serta memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. (tha)








