Agustus 20, 2026

Poltekkes Kemenkes Palu, Edukasi 39 Warga dan 10 Kader Desa Dolo Kotarindau

Supirno, anggota Pengabdian masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu, Menyerahkan alat pemeriksaan Lab sederhana kepda Mitra Pengabmas Desa Kota Rindau, SIGI, (17/07). FOTO: POLTEKKES KEMENKES PALU.

SIGI, Trustednews.id — Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit jantung dilakukan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Dolo Kotarindau, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi Kesehatan dan Pendampingan Gaya Hidup Sehat dalam Upaya Pencegahan Penyakit Jantung di Wilayah Rawan Risiko Kardiovaskular” tersebut diikuti 49 peserta, terdiri dari 10 kader kesehatan dan 39 warga Desa Dolo Kotarindau, (17/07).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen yang diketuai Amyadin, SKM.,S.Kep, bersama anggota Nurlailah Umar, S.Kep.Ns., M.Si. dan Supirno, S.Kep.Ns., M.Kes.

Ketua tim dosen, Amyadin mengatakan edukasi kesehatan menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai faktor risiko penyakit jantung sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup yang lebih sehat.

“Masyarakat perlu memahami bahwa penyakit jantung dapat dipengaruhi berbagai faktor risiko, seperti tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, kadar gula dan kolesterol tinggi, berat badan berlebih, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat serta stres” katanya.

Selain itu kata dia, pencegahan perlu dilakukan sejak dini melalui kebiasaan hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Amyadin melanjutkan, kegiatan pengabmas ini dilakukan dua tahap, kader kesehatan mendapatkan pembekalan mengenai pengenalan faktor risiko penyakit jantung, pentingnya pemeriksaan kesehatan, pencatatan hasil pemeriksaan, edukasi sederhana serta pendampingan perubahan perilaku masyarakat.

“Kader juga didorong menjadi penggerak masyarakat untuk rutin mengikuti kegiatan Posbindu dan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia. Sementara kepada warga, tim memberikan edukasi mengenai pola makan sehat, aktivitas fisik, berhenti merokok, pengendalian berat badan, pengelolaan stres serta pentingnya mengontrol tekanan darah, gula darah dan kolesterol”, jelasnya.

Warga juga diberikan pemahaman mengenai tanda-tanda yang perlu diwaspadai sebagai gejala serangan jantung, seperti nyeri atau rasa tertekan di dada, sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, hingga nyeri yang dapat menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher atau rahang.

Peserta diingatkan agar tidak mengabaikan gejala tersebut dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan yang mengarah pada kondisi kegawatdaruratan.

Kepala Desa Dolo Kotarindau, Muhammad Udin, menyambut baik kegiatan edukasi tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian tim dosen terhadap kesehatan masyarakat di wilayahnya.

Menurut Muhammad Udin, keterlibatan warga dan kader kesehatan dalam kegiatan tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan, khususnya dalam mencegah penyakit tidak menular.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diteruskan kepada keluarga maupun masyarakat lainnya.

Melalui kegiatan ini, tim dosen berharap terbentuk kesadaran bersama bahwa pencegahan penyakit jantung dapat dimulai dari lingkungan keluarga dan desa melalui perubahan kebiasaan sederhana namun dilakukan secara konsisten.

Jaga jantung sebelum terlambat. Kenali risikonya, ubah gaya hidupnya, dan rutin periksa kesehatan. (wdy)