DONGGALA, Trustednews.id – Upaya mencegah penyakit Diabetes Melitus (DM) sejak dini dilakukan tim dosen Poltekkes Kemenkes Palu melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) skema Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) di Kelurahan Boneoge, wilayah kerja Puskesmas Donggala.
Kegiatan yang mengangkat tema “Edukasi tentang Deteksi Dini dan Diet untuk Pencegahan Faktor Risiko Penyakit Diabetes Melitus” tersebut berlangsung selama tiga hari, 20-22 Mei 2026, dengan melibatkan kader kesehatan, tenaga medis, mahasiswa, serta masyarakat Kelurahan Boneoge.
Ketua tim dosen, Metrys Ndama, S.SiT., M.Kes, mengatakan kegiatan tersebut dirancang tidak hanya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai diabetes, tetapi juga memperkuat kemampuan kader dalam melakukan deteksi dini terhadap faktor risiko penyakit tersebut.
“Pencegahan harus dimulai dari deteksi dini. Masyarakat perlu mengetahui faktor risiko diabetes dan bagaimana menjaga pola hidup, terutama melalui pengaturan makanan dan aktivitas sehari-hari,” ujar Metrys.
Tim dosen dalam kegiatan tersebut terdiri atas Metrys Ndama, S.SiT., M.Kes., Christine, SKM., M.Kes., dan Mercy Joice Kaparang, SKM., M.Kes., dengan dukungan tiga mahasiswa Poltekkes Kemenkes Palu.
Rangkaian kegiatan diawali pada 20 Mei 2026 melalui pelatihan terhadap 15 kader Kelurahan Boneoge.
Para kader diberikan pengetahuan dan praktik mengenai sejumlah indikator yang dapat digunakan untuk mengenali faktor risiko diabetes, di antaranya pengukuran lingkar perut, tinggi badan, berat badan serta tekanan darah.
Menurut Metrys, keterlibatan kader menjadi bagian penting karena mereka berada paling dekat dengan masyarakat dan dapat membantu mendorong pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Kader merupakan ujung tombak di masyarakat. Karena itu, mereka perlu memiliki kemampuan dasar untuk melakukan pengukuran dan mengenali faktor risiko sehingga masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dapat diarahkan ke fasilitas kesehatan,” jelasnya.
Sehari berikutnya, 21 Mei 2026, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan kepada sekitar 60 masyarakat Kelurahan Boneoge.
Penyuluhan menghadirkan dokter dari Puskesmas Donggala, dr. Indah, serta melibatkan jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Donggala dalam pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS).
Masyarakat tidak hanya menerima materi secara lisan. Tim juga menggunakan video edukasi berdurasi sekitar 10 menit dan leaflet sebagai media untuk memudahkan peserta memahami informasi mengenai deteksi dini diabetes serta pola makan yang sehat.
Menariknya, edukasi tidak berhenti pada penyampaian teori. Tim dosen juga memberikan contoh pengolahan makanan sehat dengan memanfaatkan pangan lokal yang mudah ditemukan masyarakat.
Sayur kelor dan ikan cakalang menjadi contoh bahan pangan lokal yang diperkenalkan sebagai bagian dari pilihan makanan sehat.
Metrys menjelaskan, edukasi mengenai pola makan perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebiasaan masyarakat setempat sehingga pesan kesehatan lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa menerapkan pola makan sehat tidak selalu harus menggunakan bahan makanan yang mahal. Pangan lokal seperti kelor dan ikan juga dapat diolah menjadi makanan yang sehat dan bergizi,” katanya.
Sebagai bagian dari keberlanjutan program, tim dosen Poltekkes Kemenkes Palu juga menyerahkan sejumlah kontribusi kepada mitra di Kelurahan Boneoge.
Bantuan tersebut berupa 115 buku saku, timbangan berat badan, microtoise, waist ruler, alat GCU Auto Check untuk pemeriksaan gula darah, serta video edukasi.
Sementara kepada Puskesmas Donggala diserahkan buku saku dan video edukasi dalam format digital yang dapat dimanfaatkan kembali oleh petugas kesehatan dalam kegiatan penyuluhan kepada masyarakat.
Metrys berharap peralatan dan media edukasi tersebut tidak berhenti digunakan selama kegiatan PKM berlangsung, tetapi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh kader dan tenaga kesehatan.
“Harapannya, apa yang kami berikan dapat terus digunakan setelah kegiatan selesai. Dengan begitu, edukasi dan deteksi dini faktor risiko diabetes dapat dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pemerintah Kelurahan Boneoge menyambut positif kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan Poltekkes Kemenkes Palu. Kegiatan tersebut dinilai memberikan manfaat langsung karena masyarakat memperoleh pengetahuan sekaligus kesempatan melakukan pemeriksaan kesehatan. (tha/*)







