Dari “Om Poi” dan 15 Sepeda Lipatnya: Menyemai Kebahagiaan Sederhana di Jalur Jembatan IV

Satu Jam, Satu Sepeda, Satu Cerita Bahagia

Om Poi ( kedua dari kanan) Bersama Rahma di Tempat Penyewaan Sepeda di Jalur Jembatan Palu IV , (18/01)

PALU, trustednews.id– Di ujung Jalur Baru yang ramai oleh hiruk-pikuk CFD, sebuah kejujuran sederhana justru menjadi magnet tersendiri. Di sebuah booth sederhana bertuliskan “Anmar Sewa Sepeda”, Anmar, yang akrab disapa Om Poi, tak hanya menyewakan alat transportasi, tetapi juga kepercayaan dan kesempatan untuk merasakan kebebasan bersepeda.

Dengan 15 unit sepeda lipat warna-warni, Om Poi menawarkan harga yang terjangkau: Rp15.000 per jam. Yang lebih mencolok adalah sistem sewanya yang sangat berbasis kepercayaan. Tidak ada jaminan uang atau identitas. Cukup foto penyewa bersama sepeda yang dipilih, dan petualangan pun dimulai.

“Sistemnya sederhana. Kami percaya, tamu juga percaya. Yang penting niat baik dan tanggung jawab bersama merawat sepeda,” ujar Om Poi dengan senyum khasnya, sambil menata sepeda-sepedanya yang baru kembali disewa.

Uniknya, dari balik bisnis sederhana ini, Om Poi menangkap cerita-cerita hangat nan inspiratif. Ia mengamati pola sewa pelanggannya. “Rata-rata sejam, tapi ibu-ibu itu beda. Sering dua jam. Habis gowes sebentar, lebih banyak istirahat sambil ngobrol dan foto-foto. Soalnya, banyak dari mereka baru pertama kali coba gowes sepeda lagi setelah sekian tahun,” tuturnya, terharu menyaksikan antusiasme yang lahir dari boothnya.

Salah satu kebahagiaan itu diwakili oleh Rahma, yang datang khusus dari Kelurahan Pengawu bersama keluarganya. “Saya ke CFD ini memang cuma untuk satu tujuan: merasakan lagi sensasi naik sepeda. Udara segar, lihat orang-orang bersemangat, sepedanya juga mudah dipakai. Sewa di sini nggak ribet, jadi bisa fokus senang-senang sama keluarga,” ujar Rahma dengan wajah berseri, usai menjajal rute Jembatan Palu IV.

Booth Om Poi telah menjadi lebih dari sekadar tempat transaksi. Ia telah berubah menjadi titik awal bagi kenangan baru, pemuluhan rasa percaya, dan pengingat bahwa kebahagiaan seringkali datang dari hal-hal sederhana: sebuah sepeda, kepercayaan, dan semangat untuk mencoba.

Di tengah gelombang modernitas yang serba kompleks, kisah Om Poi dan 15 sepeda lipatnya menginspirasi: bahwa dalam kesederhanaan dan ketulusan, terdapat kekuatan untuk membawa senyum dan menyambung kembali orang-orang dengan kegembiraan masa kecil yang hampir terlupakan. Satu sepeda, satu jam, satu cerita bahagia yang dimulai dari ujung jalan.