banner 728x250
Berita  

Poltekkes Palu Gelar “SIDU CERMAT” di Huntap 1, Warga Jalani Deteksi Dini Risiko Kaki Diabetes

Tim Pengabdian Masyarakat dari Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Palu menggelar program Skema Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) bertajuk SIDU CERMAT (Screening dan Edukasi Pemeriksaan Risiko Kaki Diabetes) di Posyandu Huntap 1, wilayah kerja Puskesmas Talise, Selasa (5/5/2026). FOTO: DOK. POLTEKKES KEMENKES PALU.

PALU, Trustednews.id – Tim Pengabdian Masyarakat dari Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Palu menggelar program Skema Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) bertajuk SIDU CERMAT (Screening dan Edukasi Pemeriksaan Risiko Kaki Diabetes) di Posyandu Huntap 1, wilayah kerja Puskesmas Talise, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan ini dipimpin oleh dosen Poltekkes Palu, Baiq Emy Nurmalisa, M.Kep bersama Dr. Helena Pangaribuan, M.Kep, serta berkolaborasi dengan Bidan Puskesmas Mamboro, Evita, A.Md.Keb.

Program ini menyasar masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini komplikasi kaki pada penderita diabetes melitus.

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan skrining komprehensif terhadap peserta. Pemeriksaan meliputi kondisi vaskular atau aliran darah, identifikasi faktor risiko, pemeriksaan neuropati (saraf), hingga penelusuran riwayat luka (ulkus) dan amputasi. Selain itu, kondisi kaki, kuku, dan kulit peserta juga diperiksa secara detail guna memastikan tidak adanya tanda awal komplikasi.

Hasil skrining menunjukkan mayoritas peserta berada pada kategori risiko rendah, yakni sebesar 80 persen. Sementara itu, 10 persen peserta masuk kategori risiko sedang dan 10 persen lainnya tergolong risiko tinggi mengalami luka kaki diabetes.

Menindaklanjuti temuan tersebut, tim pengabdian memberikan edukasi yang disesuaikan dengan tingkat risiko masing-masing peserta. Edukasi meliputi penentuan jadwal kontrol atau evaluasi ulang, cara perawatan kaki secara mandiri yang tepat, serta teknik sederhana untuk melakukan pemeriksaan kaki secara rutin di rumah.

Ketua tim dosen, Baiq Emy Nurmalisa, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mencegah komplikasi serius akibat diabetes, khususnya pada bagian kaki.

“Melalui program SIDU CERMAT ini, kami ingin mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya, terutama bagi penderita diabetes. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah terjadinya luka yang bisa berujung pada amputasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, edukasi yang diberikan tidak hanya bersifat sesaat, tetapi diharapkan mampu membentuk kebiasaan masyarakat dalam melakukan perawatan kaki secara mandiri.

“Harapannya, peserta tidak hanya memahami risiko, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi di lingkungan sekitarnya, sehingga upaya pencegahan komplikasi kaki diabetes bisa dilakukan secara berkelanjutan,” tambah Baiq Emy.

Program ini diharapkan dapat menekan angka kejadian komplikasi kaki diabetes di masyarakat melalui pendekatan deteksi dini dan pemberdayaan berbasis edukasi.(tha/*)