PALU, TRUSTEDNEWS.ID – Persoalan penerangan jalan menjadi aspirasi yang paling dominan disampaikan masyarakat dalam kegiatan penjaringan aspirasi atau reses Anggota DPRD Kota Palu, Anna Fatima Zukhra, S.E., M.M., pada Caturwulan II Masa Persidangan Tahun 2026, Masa Jabatan 2024–2029.
Reses tersebut dilaksanakan di Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Palu III yang meliputi Kecamatan Palu Selatan dan Kecamatan Tatanga.
Dalam pelaksanaan reses selama tiga hari, selain penerangan jalan, masyarakat juga menyampaikan sejumlah keluhan mengenai kondisi jalan. Sementara persoalan drainase, UMKM, maupun kebutuhan rumah tangga seperti LPG 3 kilogram tidak menjadi aspirasi yang dominan.
“Dari reses hari pertama sampai hari ketiga, kebanyakan masyarakat menyampaikan aspirasi terkait lampu dan beberapa jalan yang rusak,” ujar Anna.
Menurutnya, terdapat sekitar 20 titik yang diusulkan masyarakat untuk mendapatkan perhatian terkait penerangan. Sejumlah lokasi tersebut berada di Kelurahan Petobo, Birobuli Utara, dan Tatura Selatan, termasuk kawasan di sekitar tanggul.
Anna menilai aspirasi tersebut relatif memungkinkan untuk diakomodasi melalui kemampuan APBD Kota Palu. Pasalnya, sebagian besar kebutuhan warga bukan berupa pembangunan fasilitas penerangan baru, melainkan perbaikan maupun penggantian lampu yang sudah tersedia tetapi tidak lagi berfungsi.
“Kalau hanya untuk penerangan, saya rasa bisa diakomodasi. Kebanyakan lampunya sudah ada, mungkin tinggal diperbaiki atau ditangani,” katanya.
Sementara untuk pemasangan lampu baru, berdasarkan hasil penjaringan aspirasi, diperkirakan hanya terdapat sekitar lima hingga enam titik.
Anna mengatakan, meski pemerintah daerah masih menghadapi kondisi efisiensi anggaran, seluruh aspirasi masyarakat tetap menjadi perhatian untuk diperjuangkan.
Namun, kebutuhan yang dianggap mendesak, terutama penerangan jalan, akan menjadi salah satu prioritas karena berkaitan langsung dengan aktivitas dan keamanan masyarakat.
Ia juga menyebut adanya aspirasi mengenai bantuan bagi pelaku UMKM. Sebagian bantuan yang sebelumnya disampaikan melalui kegiatan reses telah diterima masyarakat.
Dalam kondisi tertentu, Anna mengaku turut membantu masyarakat menggunakan dana pribadi ketika kebutuhan tersebut harus segera ditangani dan belum dapat menunggu dukungan anggaran pemerintah.
“Kalau ada kelebihan, saya bantu. Daripada harus menunggu pemerintah karena sedang efisiensi, lebih banyak saya tanggulangi dengan dana pribadi,” ungkapnya.
Selain penerangan, sejumlah usulan terkait infrastruktur juga menjadi perhatian Anna. Beberapa aspirasi perbaikan jalan disebut mulai menunjukkan perkembangan.
Ia mencontohkan sejumlah ruas jalan yang sebelumnya diusulkan masyarakat dan kini telah mendapatkan penanganan. Sementara usulan lainnya masih dalam proses dan harus dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi anggaran.
Untuk persoalan drainase, salah satu titik yang menjadi perhatian berada di Jalan Banteng. Selain itu, terdapat pula usulan perbaikan drainase di kawasan Jalan Angkasa yang masih dipantau perkembangannya.
Menurut Anna, seluruh usulan tersebut akan diarahkan melalui sektor infrastruktur sesuai kewenangan pemerintah kota.
Salah satu aspirasi konkret disampaikan warga terkait kondisi lampu penerangan di Lorong Batu Bata Indah II. Warga menyebut tiang lampu di lokasi tersebut telah tersedia sebagai fasilitas pemerintah, tetapi lampu pada sejumlah tiang sudah tidak berfungsi.
“Kalau tidak salah ada lima atau enam tiang. Lampunya mati semua,” kata Rosni salah seorang warga.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat kawasan menjadi gelap, terutama pada akses menuju masjid dan area pemakaman keluarga yang berada di sekitar lorong.
Karena penerangan pemerintah tidak berfungsi, warga sebelumnya berinisiatif membeli dan memasang lampu sendiri untuk membantu menerangi jalan.
Namun, lampu tersebut kini kembali tidak berfungsi. Warga berharap ada perhatian pemerintah untuk mengganti atau memperbaiki lampu yang mati.
Menanggapi hal itu, Anna meminta warga mendokumentasikan setiap titik lampu yang mengalami kerusakan.
Foto tersebut nantinya akan menjadi bahan koordinasi dengan pihak kelurahan dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Palu.
“Difoto lampunya yang mati. Nanti kirimkan kepada saya, kemudian saya koordinasikan dengan kelurahan,” ujarnya.
Anna menegaskan, aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui reses akan dibawa dan diperjuangkan agar dapat memperoleh tindak lanjut dari pemerintah sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya berharap aspirasinya didengar, tetapi juga mendapatkan kepastian bahwa usulan tersebut diperjuangkan melalui lembaga DPRD.
“Yang mereka harapkan adalah saya membawa nama dan aspirasi mereka. Aspirasi itu harus diperjuangkan agar bisa terakomodasi,” pungkasnya.
Kegiatan reses tersebut dikoordinasikan oleh Mardiyah, S.E. dan Mamnun Aulia Rahman, S.Sos., M.Si., serta didampingi tim Sekretariat DPRD Kota Palu, Moh. Shafwanayah dan Achmad Setiawan. (tha)








