Agustus 21, 2026

Mahasiswa Kebidanan Poltekkes Palu Gelar Praktik Terpadu Kesehatan Ibu, Anak, dan Reproduksi

Hadirkan Program Unggulan Komplementer

Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Palu menggelar kegiatan praktik lapangan terpadu di Kelurahan Pantoloan Boya, Kota Palu, (22/09)

PALU, trustednews.id – Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Palu menggelar kegiatan praktik lapangan terpadu di Kelurahan Pantoloan Boya, Kota Palu. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Kebidanan, Siti Hadijah Batjo, S.SiT., MPH, dan dihadiri oleh Sekcam Tawaeli, Kepala Puskesmas Pantoloan, Seklur Pantoloan Boya dan pejabat Poltekkes Kemenkes Palu bersama seluruh dosen serta tenaga kependidikan Program Studi D3 Kebidanan, Senin (22/9/2025).

Menurut perwakilan panitia, Sulistiawati R. Lalusu, melaporkan bahwa praktik ini terdiri dari dua program utama.

“Pertama, Praktik Pengembangan Program Unggulan Budaya Lokal dalam Perspektif Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang berlangsung 22–27 September 2025. Kedua, Praktik Intervensi Spesifik Kesehatan Reproduksi pada 29 September–4 Oktober 2025” ungkapnya.

Selain itu, kata ia mahasiswa juga menghadirkan Program Unggulan Komplementer yang berfokus pada upaya promotif dan preventif.

“Kegiatannya meliputi akupresur, aromaterapi, senam, pijat, pemanfaatan herbal, hingga edukasi kesehatan bagi remaja, ibu hamil, persalinan, nifas, bayi, balita, dan lansia.” katanya.

Untuk kesehatan reproduksi, intervensi yang dilakukan mencakup edukasi pernikahan dini, gizi remaja, pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), tes HPV DNA, penggunaan kontrasepsi, pemeriksaan kehamilan, edukasi tanda risiko tinggi pada ibu hamil, pemanfaatan daun kelor, hingga deteksi dini penyakit degeneratif pada lansia melalui pemeriksaan tekanan darah dan tes laboratorium sederhana seperti gula darah, asam urat, dan kolesterol.

“Praktik ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa berperan aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan pendekatan keluarga dan pelayanan berkesinambungan sesuai kebutuhan wilayah,” ujar Sulistiawati.

Sebanyak 70 mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan yang didukung penuh oleh Poltekkes Kemenkes Palu. Seluruh pendanaan bersumber dari dana Rencana Kerja dan Kegiatan Lembaga (RKKL) Tahun Anggaran 2025, berlandaskan kurikulum pendidikan Diploma III Kebidanan serta kebijakan Poltekkes Kemenkes Palu.

Masyarakat Kelurahan Pantoloan Boya diharapkan turut mendukung kegiatan praktik ini agar tujuan peningkatan kesehatan ibu, anak, dan reproduksi dapat tercapai secara optimal.

Terapi komplementer yang diperkenalkan dalam praktik ini merupakan metode penyembuhan non-konvensional yang mengutamakan upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Terapi ini berfungsi sebagai penunjang pengobatan untuk mengontrol gejala, meningkatkan kualitas hidup, dan berkontribusi terhadap penatalaksanaan pasien secara menyeluruh dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan efektivitas berbasis ilmu biomedik.(wid)