Agustus 21, 2026

Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Poso, Warga Mengungsi dan Tetap Waspada

BMKG Melaporkan Gempa Terjadi di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer

Warga Memilih Tidur di Halaman Untuk Menghindari Dampak Gempa Susulan

POSO, trustednews.id — Gempa bumi dengan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Kamis (24/7/2025) pukul 21.06 WITA. Guncangan terasa kuat di dua kecamatan, yakni Pamona Tenggara dan Pamona Selatan, menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan ringan dan mendorong warga mengungsi ke tempat aman.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa terjadi di darat pada kedalaman 10 kilometer, dengan titik koordinat 2,01° LS dan 120,78° BT. Pusat gempa berada di wilayah Poso dan dinyatakan sebagai gempa tektonik.

Menurut data yang diterima Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, dampak gempa paling terasa di beberapa desa. Di Kecamatan Pamona Tenggara, satu rumah di Desa Tokilo dan satu rumah di Desa Tindoli mengalami kerusakan ringan. Sementara di Kecamatan Pamona Selatan, satu rumah di Desa Pendolo juga dilaporkan rusak ringan. Belum ada laporan mengenai korban jiwa, namun pendataan pengungsi masih terus dilakukan.

“Kami terus melakukan pemantauan dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Gempa susulan masih terjadi dan warga memilih bertahan di ruang terbuka atau tempat ketinggian untuk menghindari risiko tambahan,” ujar Hertian, salah satu aparat desa setempat.

Situasi di lapangan menunjukkan warga belum berani kembali ke dalam rumah karena kekhawatiran akan retakan dan potensi gempa susulan. Sejumlah warga di sekitar Danau Poso, khususnya di Desa Tokilo dan Desa Tindoli, memilih mengungsi menjauh dari tepian danau.

Getaran gempa turut dirasakan hingga ke wilayah lain di Sulawesi, termasuk Morowali, Morowali Utara, Tojo Una-Una, Sigi, Palu, Parigi Moutong, bahkan sampai ke wilayah Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Sejumlah rumah sakit di Kota Poso, Palu, dan Mamuju dilaporkan sempat panik saat kejadian, namun tidak ada laporan kerusakan berarti di fasilitas kesehatan tersebut.

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah telah berkoordinasi dengan aparat desa terdampak dan sedang menyiapkan bantuan logistik darurat, termasuk pengiriman tenda untuk pengungsi. “Kami sudah berkomunikasi dengan pihak BPBD kabupaten dan provinsi. Saat ini mereka sedang mempersiapkan pengiriman bantuan ke lokasi,” tambah Hertian.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah percaya informasi yang tidak valid, dan selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang. Hingga berita ini diterbitkan, proses pendataan dan asesmen terus berlangsung untuk memastikan kebutuhan mendesak warga terdampak dapat segera terpenuhi.(wid)

Editor: Etha Faisal