PALU,trustednews – Anggota DPRD Kota Palu, Zet Pakan, S.Sos, menggelar kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat (reses) Caturwulan I Masa Persidangan Tahun 2026, masa jabatan 2024–2029, di Jalan Maleo, Kelurahan Lasoani, Senin (2/2/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Lurah Lasoani Erwin, SH, MH, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu Desti Patre Alo, serta perwakilan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Palu Gandi.
Dalam sambutannya, Zet Pakan menyebut Kota Palu memiliki peluang meraih penghargaan Adipura Kencana, yang dinilai sebagai indikator peningkatan kualitas kebersihan dan penataan lingkungan kota.
“Ini menunjukkan upaya pemerintah dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan sudah berada pada jalur yang baik,” ujarnya.
Ia menegaskan seluruh aspirasi warga akan dicatat untuk diperjuangkan dalam pembahasan program dan anggaran mendatang, meski diakui sebagian usulan sebelumnya tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Lurah Lasoani, Erwin, menyampaikan bahwa pihak kelurahan sebelumnya telah mengirimkan sekitar 500 titik usulan pemasangan tiang listrik yang dihimpun dari seluruh RT, terutama di kawasan permukiman dan lorong.
Selain itu, ia menyoroti kebutuhan lampu penerangan jalan, serta penanganan bantaran sungai sepanjang ±300 meter dari Jembatan Bandara hingga Jembatan Jalan Garuda yang belum memiliki talut atau bronjong.
“Pada banjir tahun lalu, dapur rumah warga bahkan runtuh akibat abrasi. Kami berharap ada pembangunan talut agar warga lebih aman,” katanya.
Di sektor persampahan, Lasoani disebut sebagai salah satu penyumbang terbesar retribusi sampah di Palu. Tahun 2025 realisasi mencapai lebih dari Rp600 juta, sementara Januari 2026 sudah menembus Rp90 juta. Namun, keterbatasan armada menjadi kendala utama pelayanan.
“Dua mobil pick-up sempat rusak bersamaan, bahkan satu turun mesin hampir sebulan. Kami sangat membutuhkan tambahan armada,” jelas Erwin.
Perwakilan DLH Kota Palu, Desti Patre Alo, mengapresiasi kesadaran warga Lasoani dalam pembayaran retribusi sampah.
“Tingkat kepatuhan warga Lasoani sangat baik dan bisa menjadi contoh bagi wilayah lain,” ujarnya.
Terkait armada sampah, ia menyebut usulan penambahan kendaraan sudah masuk pembahasan anggaran, dan Lasoani berpeluang menjadi prioritas.
DLH juga memaparkan program prioritas Wali Kota Palu berupa pemasangan 1.000 biopori per kelurahan, dengan target sekitar 2.000 titik pada tahun ini, terutama di wilayah rawan genangan.
Selain itu, penanaman pohon dan bambu di bantaran sungai akan terus dilanjutkan sebagai upaya pencegahan erosi.
Perwakilan Dinas Perkim Kota Palu, Gandi, menjelaskan bahwa instansinya menangani penanganan kawasan kumuh, program rumah layak huni (bedah rumah), sanitasi, drainase lingkungan, jalan lingkungan sempit, serta Penerangan Jalan Umum (PJU).
Namun, ia menegaskan jaringan kelistrikan bukan kewenangan Perkim, melainkan PLN.
“Kami akan berkoordinasi melalui UPTD PJU untuk memastikan apakah usulan tersebut terkait tiang PJU atau jaringan listrik,” jelasnya.
Warga juga dipersilakan mengusulkan pemasangan PJU, perbaikan jalan lingkungan, bantuan tangki septik, serta program bedah rumah melalui kelurahan. (tha)








