Oktober 16, 2026

Poltekkes Kemenkes Palu Bekali Warga Desa Bale Keterampilan Olah Air Bersih dengan Filtrasi

Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Palu menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pengolahan air bersih menggunakan sistem filtrasi bagi warga Dusun I, Desa Bale, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Rabu (02/9/2026). FOTO : SOK. POLTEKKES KEMENKES PALU

DONGGALA, Trustednews.id — Upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menyediakan air bersih dan menjaga kesehatan lingkungan terus dilakukan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Palu.

Melalui Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Palu menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pengolahan air bersih menggunakan sistem filtrasi bagi warga Dusun I, Desa Bale, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Rabu (02/9/2026).

Kegiatan tersebut dirancang untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis dalam mengolah air sesuai kebutuhan rumah tangga. Pelatihan melibatkan masyarakat dan kader sanitasi dengan dukungan Pemerintah Desa Bale serta Puskesmas Malambora Wani.

Ketua tim pengabdian kepada masyarakat, Dedi Mahyudin Syam, SKM., M.Kes, mengatakan pendekatan yang digunakan tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada peserta.

“Kami tidak mau pembelajaran hanya berhenti di penyampaian materi saja. Fokus kami adalah memberikan pengalaman langsung kepada peserta, supaya mereka benar-benar merasakan dan mempraktikkannya,”

Dedy melanjutkan, kemampuan masyarakat dalam mengelola air di tingkat rumah tangga menjadi bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat.

Peserta terlebih dahulu mendapatkan materi mengenai Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), urgensi ketersediaan air bersih, persoalan kualitas air, serta prinsip-prinsip dasar pengolahan air.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan sistem filtrasi, mulai dari prinsip kerja, fungsi media penyaring, tahapan pengoperasian hingga cara melakukan pemeliharaan agar alat dapat digunakan secara optimal.

Metode pembelajaran dalam kegiatan tersebut menggunakan pendekatan partisipatif. Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi diberi ruang untuk berdiskusi, mengamati demonstrasi dan mencoba secara langsung proses pengolahan air.

Tim pengabdian bersama mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan mendampingi peserta ketika melakukan praktik menggunakan sistem filtrasi.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat masyarakat lebih mudah memahami fungsi setiap tahapan pengolahan air sekaligus memiliki kepercayaan diri untuk menerapkannya secara mandiri di rumah.

Dukungan pemerintah desa dan puskesmas turut memperkuat pelaksanaan kegiatan. Pemerintah Desa Bale berperan dalam koordinasi serta mengajak masyarakat terlibat, sementara Puskesmas Malambora Wani memberikan dukungan teknis terkait sanitasi, kesehatan lingkungan dan penguatan kapasitas kader.

Pengabdian masyarakat tersebut tidak diarahkan berhenti setelah pelatihan selesai. Peserta, khususnya kader sanitasi, didorong menjadi penggerak yang dapat membantu menyebarluaskan pengetahuan kepada masyarakat lainnya.

Melalui rencana tindak lanjut, masyarakat diharapkan mampu menerapkan pengolahan air pada tingkat rumah tangga serta memberikan edukasi sederhana mengenai penggunaan dan perawatan sistem filtrasi.

Kader juga diharapkan ikut mendorong masyarakat agar lebih memperhatikan kualitas air dan penggunaannya sesuai dengan peruntukan.

Untuk menjaga keberlanjutan program, koordinasi antara kader, pemerintah desa dan puskesmas juga menjadi bagian yang perlu diperkuat.

Langkah tersebut penting agar pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti sebagai materi kegiatan, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan pengolahan air bersih ini sekaligus menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, pengetahuan di bidang kesehatan lingkungan yang diperoleh di lingkungan akademik diterjemahkan menjadi keterampilan yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.

Tim pengabdian terdiri dari Dedi Mahyudin Syam, SKM., M.Kes sebagai ketua, dengan anggota Gusman, Herlina S. Sunuh, dan Novarianti.

Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pemerintah desa, puskesmas, kader dan masyarakat diharapkan dapat membangun kesadaran bersama bahwa pengelolaan air bersih merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan.

Dengan memadukan teori, demonstrasi dan praktik, pelatihan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kemandirian masyarakat Dusun I Desa Bale dalam mengelola air secara lebih baik, sekaligus memperkuat budaya hidup bersih dan sehat berbasis masyarakat.(wdy/*)