DONGGALA, Trustednews.id – Program Studi (Prodi) DIII Kebidanan Palu Poltekkes Kemenkes Palu menggelar Praktik Intervensi Spesifik Kesehatan Reproduksi melalui program GITA RESIK (Gerakan Integrasi Wanita Sadar Kesehatan Reproduksi) di Desa Bale, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Kegiatan yang berlangsung pada 29-30 September 2026 tersebut menyasar sejumlah kelompok masyarakat, mulai dari remaja, Wanita Usia Subur (WUS), ibu hamil hingga kelompok lanjut usia (lansia).
Sebelum turun ke masyarakat, mahasiswa tingkat akhir terlebih dahulu mendapatkan pembekalan yang dilaksanakan pada 24 September 2026 oleh dosen dan tenaga kependidikan Prodi DIII Kebidanan Palu.
Dalam praktik komunitas tersebut, mahasiswa memberikan edukasi kesehatan, pemeriksaan ibu hamil serta layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Seluruh kegiatan dilaksanakan di bawah arahan dan pendampingan dosen serta tenaga kependidikan.

Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palu, Siti Hadijah Batjo, S.SiT., MPH, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran mahasiswa yang secara rutin dilaksanakan dan telah terintegrasi dalam Satuan Kredit Semester (SKS) mata kuliah di Prodi DIII Kebidanan.
“Praktik ini merupakan implementasi dari mata kuliah Praktik Kesehatan Perempuan dan Keluarga Berencana. Kami berharap layanan yang diberikan mahasiswa dapat memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat Desa Bale,” ujar Siti Hadijah saat membuka kegiatan.
Menurutnya, praktik komunitas tidak hanya menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Bale, Adam, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat lebih sering dilaksanakan di Desa Bale, terlebih desa tersebut saat ini berkembang sebagai salah satu daerah tujuan wisata.
Ia menilai, perkembangan Desa Bale sebagai kawasan wisata perlu diimbangi dengan peningkatan pengetahuan masyarakat, khususnya mengenai kesehatan.
Hal senada disampaikan Bidan Ayu selaku bidan wilayah yang sehari-hari memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Desa Bale. Menurutnya, edukasi dan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan.
Desa Bale sendiri terdiri atas lima dusun dengan jumlah penduduk mencapai 1.513 jiwa atau 499 kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, tercatat 304 pasangan usia subur (PUS), 17 ibu hamil, 222 remaja dan 165 lansia.
Besarnya jumlah kelompok sasaran tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya edukasi dan intervensi kesehatan secara langsung kepada masyarakat.
Siti Hadijah berharap pelaksanaan praktik komunitas tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan.

“Kami berharap masyarakat Desa Bale dapat merasakan manfaat dari layanan yang diberikan mahasiswa. Di sisi lain, mahasiswa juga dapat mengimplementasikan ilmu yang mereka dapatkan di kampus secara langsung di tengah masyarakat,” tandasnya.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 16 dosen dan tenaga kependidikan Prodi DIII Kebidanan Palu turut terlibat dalam pendampingan mahasiswa, yakni Niluh Nita Silfia, Sumiaty, Sri Yanti Kusika, Narmin, Kadar Ramadhan, Widya Pani, Hasnawati, Sri Restu, Arie Maineny, Henrietta, Asrawaty, Asri Widjayanti, Novi Dwi Astuti, Ita Sulistiani, Masda dan Lukisman. (tha)








