Oktober 15, 2026

Poltekkes Kemenkes Palu Latih Warga Boneoge

Bekali Warga Boneoge Menu Rendah Lemak

Nurjaya, Ketua tim Dosen Pengabmas Poltekkes Kemenkes Palu Mengedukasi Warga Dalam Pelatihan Penyusunan Menu Diet Rendah Lemak untuk Mendukung Kesehatan Jantung di Kelurahan Boneoge, Kabupaten Donggala, (17/09). FOTO : DOK. POLTEKKES KEMENKES PALU

DONGGALA, Trustednews.id — Menjaga kesehatan jantung tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Memilih bahan makanan yang tepat dan mengatur menu sehari-hari menjadi salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan setiap keluarga.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) melalui skema Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) yang dilaksanakan Poltekkes Kemenkes Palu di Kelurahan Boneoge, wilayah kerja Puskesmas Donggala, Kabupaten Donggala, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan mengangkat tema “Pelatihan Penyusunan Menu Diet Rendah Lemak bagi Kader Kesehatan untuk Mendukung Kesehatan Jantung di Masyarakat Kelurahan Boneoge, Kabupaten Donggala.”

Sekitar 30 masyarakat mengikuti kegiatan tersebut. Hadir pula Lurah Boneoge, Fitriah, S.AP., yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan edukasi kesehatan di wilayahnya.

Ketua Pengabmas Poltekkes Kemenkes Palu, Nurjaya, S.Pd., M.Kes., mengatakan edukasi mengenai pola makan sehat penting dilakukan karena pencegahan penyakit tidak menular dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari di lingkungan keluarga.

Menurut Nurjaya, masyarakat perlu memiliki pengetahuan yang cukup untuk memilih bahan makanan, mengolahnya, serta menyusun menu yang tetap memenuhi kebutuhan gizi namun tidak mengandung lemak secara berlebihan.

“Menjaga kesehatan jantung dapat dimulai dari apa yang kita konsumsi setiap hari. Karena itu, masyarakat perlu dibekali pengetahuan yang sederhana dan mudah diterapkan dalam kehidupan keluarga,” ujar Nurjaya.

Direktur Poltekkes Kemenkes Palu ini juga menjelaskan, kegiatan tidak hanya memberikan pemahaman secara teori. Peserta juga diajak berdiskusi mengenai pemilihan bahan makanan dan penyusunan menu dengan memanfaatkan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar pengetahuan yang diberikan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu bagian menarik dari kegiatan ini adalah penggunaan media video edukasi dalam dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Kaili.

Menurut Nurjaya, penggunaan bahasa lokal merupakan bagian dari pendekatan komunikasi kesehatan agar pesan yang disampaikan lebih dekat dengan masyarakat.

Selain memudahkan peserta memahami materi, penggunaan Bahasa Kaili juga menjadi upaya memanfaatkan kearifan lokal dalam kegiatan promosi kesehatan.

“Ketika pesan kesehatan disampaikan dengan bahasa yang dekat dengan masyarakat, diharapkan informasi tersebut lebih mudah diterima dan dipahami. Ini juga menjadi bagian dari pendekatan kami agar edukasi kesehatan sesuai dengan karakteristik masyarakat setempat,” jelasnya.

Melalui tayangan audiovisual tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai pentingnya mengurangi konsumsi lemak berlebih serta menerapkan pola makan yang lebih sehat untuk mendukung kesehatan jantung.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta menyampaikan berbagai pertanyaan terkait kebiasaan makan keluarga, pemilihan bahan makanan hingga cara menerapkan menu rendah lemak menggunakan bahan pangan yang mudah ditemukan di sekitar mereka.

Interaksi tersebut membuat kegiatan berlangsung lebih komunikatif. Tim pengabdi juga dapat memberikan penjelasan yang disesuaikan dengan kondisi serta kebiasaan masyarakat Boneoge.

Tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Palu dalam kegiatan tersebut terdiri dari Nurjaya, S.Pd., M.Kes., Metrys Ndama, S.SiT., M.Kes., dan Eli Saripah, S.Kep.Ns., M.Kep.Sp.Kep.J, serta melibatkan mahasiswa Jurusan Gizi.

Antusiasme sekitar 30 peserta menjadi salah satu indikator bahwa edukasi mengenai pola makan sehat mendapat perhatian dari masyarakat.

Melalui kegiatan ini masyarakat diharapkan tidak hanya memahami prinsip diet rendah lemak, tetapi juga mampu menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

Poltekkes Kemenkes Palu menempatkan kegiatan Pengabmas ini sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam penerapan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat.

Nurjaya berharap edukasi yang diberikan dapat mendorong perubahan perilaku secara bertahap, terutama dalam memilih makanan dan mengatur pola makan keluarga.

“Harapannya, pengetahuan yang diperoleh hari ini bisa diterapkan di rumah dan diteruskan kepada keluarga maupun masyarakat lainnya. Menjaga kesehatan jantung bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat yang perlu dibangun bersama,” katanya.

Dengan pendekatan edukasi yang aplikatif serta penggunaan bahasa yang dekat dengan masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran warga Boneoge bahwa pencegahan penyakit tidak menular dapat dimulai dari lingkungan paling kecil, yakni keluarga.

Mulai dari memilih bahan makanan yang lebih sehat, membatasi konsumsi lemak, mengatur menu harian hingga membangun gaya hidup sehat secara konsisten.

Bagi Poltekkes Kemenkes Palu, kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen perguruan tinggi untuk menghadirkan pengabdian yang tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat dan memperhatikan karakter serta kearifan lokal di daerah. (wdy)