Oktober 15, 2026
Daerah  

Polda Sulteng-FKUB Perkuat Moderasi Beragama bagi Bhabinkamtibmas di Parigi Moutong

Memorandum of Understanding (MoU) antara Polda Sulteng dan FKUB Sulteng

Dirbinmas Polda Sulteng Kombes Pol Dr. Sirajuddin Ramly (tengah) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah memperkuat pemahaman moderasi beragama bagi personel Bhabinkamtibmas Polres Parigi Moutong. Parigi, (22/09). FOTO : DOK. POLDA SULTENG

PARIGI MOUTONG, Trustednews.id — Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah memperkuat pemahaman moderasi beragama bagi personel Bhabinkamtibmas Polres Parigi Moutong.

Penguatan tersebut dilakukan melalui Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama yang digelar di Aula Pesat Gatra Polres Parigi Moutong, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Polda Sulteng dan FKUB Sulteng. Tujuannya, membekali Bhabinkamtibmas dengan pemahaman mengenai toleransi, kerukunan, dan moderasi beragama agar mampu menjalankan perannya di tengah masyarakat secara lebih optimal.

Bhabinkamtibmas dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sebab, personel tersebut bersentuhan langsung dengan warga di desa dan kelurahan binaan yang memiliki latar belakang suku, ras, bahasa maupun agama yang beragam.

Dirbinmas Polda Sulteng Kombes Pol Dr. Sirajuddin Ramly mengatakan, kondisi tersebut menempatkan Bhabinkamtibmas sebagai salah satu ujung tombak Polri dalam menjaga harmoni kehidupan sosial masyarakat.

Menurutnya, Bhabinkamtibmas tidak hanya menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga memiliki ruang untuk memberikan edukasi, menjadi mediator ketika muncul persoalan di tengah masyarakat, serta mendorong terciptanya perdamaian.

“Bhabinkamtibmas berada di tengah-tengah masyarakat dengan segala keragamannya. Karena itu, pemahaman tentang toleransi dan moderasi beragama menjadi penting,” ujarnya.

Ia berharap, pemahaman yang diperoleh dalam sosialisasi tersebut dapat diteruskan kepada masyarakat melalui kegiatan penyuluhan dan edukasi di wilayah binaan masing-masing.

Selain menjadi mediator dan agen perdamaian, Bhabinkamtibmas juga diharapkan mampu berperan aktif dalam menangkal berkembangnya paham radikalisme yang berpotensi mengganggu kerukunan dan stabilitas keamanan.

Sementara itu, Ketua FKUB Sulawesi Tengah Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., menilai Bhabinkamtibmas merupakan figur yang sangat strategis untuk menyampaikan nilai-nilai toleransi secara langsung kepada masyarakat.

Pasalnya, personel Bhabinkamtibmas berada di setiap desa dan kelurahan serta memiliki interaksi yang cukup dekat dengan warga.

“Dengan adanya penguatan moderasi beragama kepada Bhabinkamtibmas ini, diharapkan juga dapat melakukan sosialisasi di masyarakat. Sehingga Bhabinkamtibmas bisa menjadi ujung tombak dalam menyuarakan moderasi beragama,” kata Guru Besar Pemikiran Islam Kontemporer tersebut.

Prof. Zainal menjelaskan, moderasi beragama pada dasarnya mengajarkan masyarakat untuk menyikapi perbedaan keyakinan secara bijaksana. Perbedaan agama, menurutnya, tidak semestinya menjadi sumber perselisihan maupun pertikaian.

“Perbedaan keyakinan tidak boleh memicu perselisihan maupun pertikaian,” tegasnya.

Ia berharap pemahaman tersebut dapat tumbuh di tengah masyarakat sehingga Sulawesi Tengah semakin mampu menjaga kehidupan yang damai, aman dan sejahtera.

Menurut Prof. Zainal, moderasi beragama tidak berkaitan dengan perubahan atau pengurangan keyakinan seseorang. Moderasi lebih menekankan bagaimana nilai-nilai agama dipraktikkan secara bijaksana dalam kehidupan sosial.

“Moderasi beragama berada pada ranah sosiologis, yaitu bagaimana kita mempraktikkan cara beragama yang bijaksana, damai, toleran, dan menghargai perbedaan dalam kehidupan sosial bermasyarakat tanpa harus mengorbankan keyakinan masing-masing,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kesbangpol Sulawesi Tengah Dr. Rachman Ansyari, M.Pd., turut hadir sebagai narasumber. Ia menyampaikan materi mengenai empat pilar kebangsaan sebagai bagian dari penguatan wawasan kebangsaan dan kehidupan bermasyarakat.

Sosialisasi tersebut turut dihadiri pengurus FKUB Sulawesi Tengah dan Kabupaten Parigi Moutong, Badan Kesbangpol Kabupaten Parigi Moutong, Wakapolres Parigi Moutong yang mewakili Kapolres Parigi Moutong, serta pejabat utama Ditbinmas Polda Sulteng dan Polres Parigi Moutong.

Melalui kegiatan tersebut, Polda Sulteng dan FKUB Sulteng berharap penguatan moderasi beragama tidak berhenti pada pemahaman personel, tetapi dapat diteruskan kepada masyarakat melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di wilayah binaannya.

Dengan demikian, nilai toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan diharapkan semakin mengakar sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Parigi Moutong. (ril/*)