PALU,Trustednews.id– Pembentukan karakter calon tenaga kesehatan tidak berhenti pada pembelajaran teori di ruang kuliah. Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman langsung berinteraksi dengan masyarakat agar kemampuan profesional berjalan seiring dengan kepedulian sosial.
Semangat tersebut ditunjukkan mahasiswa Program Studi DIII Kebidanan, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palu melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang berlangsung di Lapangan Vatulemo, kawasan Balai Kota Palu, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan ini merupakan rangkaian hari kedua Praktik Pengembangan Karakter Mahasiswa Program Studi DIII Kebidanan Tahun 2026, yang mengusung tema “Bidan Cerdas, Bidan Berkarakter, Bijak Teknologi, Profesional dalam Aksi.”
Ketua Prodi D3 Kebidanan Palu, Niluh Nita Silfia, SST, M. Keb, mengatakan kegiatan pengabdian tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa untuk mengimplementasikan nilai-nilai karakter yang telah diberikan selama rangkaian kegiatan.
“Karakter itu tidak cukup hanya dipahami melalui materi. Mahasiswa perlu mengalaminya secara langsung melalui interaksi dengan masyarakat. Dari sini mereka belajar empati, komunikasi, tanggung jawab dan bagaimana memberikan pelayanan dengan sikap yang profesional,” ujar Nita.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar memberikan pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga dilatih untuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Interaksi secara langsung menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan menyampaikan informasi kesehatan dengan bahasa yang mudah dipahami, menjadi pendengar yang baik serta menunjukkan sikap ramah dan menghargai masyarakat yang mendapatkan pelayanan.
Menurut Nita yang juga alumni Magister UNPAD , pengalaman tersebut penting bagi mahasiswa kebidanan karena profesi bidan memiliki hubungan yang sangat dekat dengan masyarakat.
“Seorang bidan harus mampu hadir dengan ilmu sekaligus dengan hati. Kemampuan berkomunikasi, menghargai masyarakat dan memberikan pelayanan secara humanis merupakan bagian dari karakter yang harus dibangun sejak mahasiswa,” jelasnya.
Pengabdian masyarakat ini juga menjadi media bagi mahasiswa untuk mempraktikkan nilai-nilai karakter yang sebelumnya diberikan melalui pembekalan. Di antaranya empati, kepedulian sosial, tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama dan etika profesi.
Sementara kegiatan permainan edukatif dan team building diarahkan untuk membangun kemampuan interpersonal serta kerja sama antarmahasiswa.
Nita berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa melalui kegiatan tersebut dapat menjadi bekal ketika mereka memasuki dunia kerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Harapan kami, mahasiswa tidak hanya menjadi bidan yang cerdas secara akademik, tetapi juga bidan yang berkarakter, bijak dalam menggunakan teknologi dan profesional ketika berada di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Melalui rangkaian Praktik Pengembangan Karakter Mahasiswa DIII Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palu tersebut, mahasiswa diharapkan mampu membawa nilai-nilai karakter yang diperoleh selama kegiatan ke dalam proses pendidikan maupun ketika nantinya menjalankan tugas sebagai bidan profesional. (tha)








