JAKARTA, Trustednews.id – Jasa Raharja memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengamanan arus balik Idulfitri 2026 melalui pemantauan bersama di pusat kendali lalu lintas Jasa Marga Toll Road Command Center KM 29, Bekasi, Rabu (25/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kelancaran arus kendaraan sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat yang kembali ke Jakarta dan sekitarnya pascalibur Lebaran.
Pemantauan dilakukan secara real time melalui command center untuk melihat kondisi arus kendaraan serta mengevaluasi efektivitas rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama periode arus balik.
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menyampaikan tren keselamatan selama periode Siaga Lebaran 2026 menunjukkan perbaikan signifikan.
“Terjadi penurunan fatalitas sebesar 28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tahun ini tercatat 228 korban meninggal dunia, turun dari 318 pada tahun sebelumnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini Jasa Raharja telah menyalurkan santunan sebesar Rp11,2 miliar kepada 224 korban meninggal dunia yang diberikan kepada ahli waris.
Meski demikian, risiko kecelakaan masih didominasi oleh kendaraan roda dua, dengan faktor utama berupa kelelahan pengemudi akibat perjalanan jarak jauh serta kondisi kendaraan yang kurang optimal.
Dalam mendukung pelayanan, Jasa Raharja juga mengoptimalkan kesiapan petugas di lapangan guna memastikan respons cepat terhadap korban kecelakaan serta penyaluran santunan yang tepat waktu.
Pada sisa periode arus balik Idulfitri 2026, Jasa Raharja menegaskan akan terus memperkuat pemantauan dan koordinasi bersama kepolisian, kementerian terkait, serta operator jalan tol.
Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, pengendalian arus balik dilakukan berbasis indikator rasio volume terhadap kapasitas jalan (V/C ratio) serta pemantauan intensif volume kendaraan yang masuk ke Jakarta.
“Per tadi malam tercatat 1.958.838 kendaraan masuk, dan hingga pukul 12.00 WIB bertambah sekitar 82.000 kendaraan sehingga total mencapai 2.040.000 kendaraan. Masih terdapat selisih dari total kendaraan yang sebelumnya keluar dari Jakarta, yang menjadi fokus untuk diurai pada puncak arus balik,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa puncak arus balik tertinggi terjadi pada Selasa (24/3/2026) malam dengan jumlah 256.338 kendaraan, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 223.163 kendaraan.
Seiring perkembangan di lapangan, rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) nasional disesuaikan menjadi one way parsial. “Kami tetap siaga, dan apabila terjadi lonjakan arus, penyesuaian akan kembali dilakukan,” tambahnya.
Dalam peninjauan ini, Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, bersama Direktur Operasional Ariyandi, mendampingi Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono.
Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai menjadi kunci dalam menjaga arus balik tetap aman, tertib, dan berkeselamatan bagi seluruh masyarakat. (rilis)








