Agustus 20, 2026

Jasa Raharja Kerahkan 2.000 Personel Dukung Operasi Ketupat 2026

Sinergi Nasional Amankan Arus Mudik dan Balik Lebaran

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, hadir sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung sistem keselamatan transportasi nasional selama periode pengamanan Idulfitri 2026.(02/03) FOTO: SOK. JASA RAHARJA

JAKARTA, trustednews.id – Jasa Raharja menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Rakor Strategis Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2026 ini dipimpin langsung oleh Kapolri, Listyo Sigit Prabowo di Jakarta, Senin ( 02/03/2026).

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, hadir sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung sistem keselamatan transportasi nasional selama periode pengamanan Idulfitri 2026.

Kehadiran lintas kementerian dan lembaga tersebut menegaskan kuatnya sinergi nasional dalam memastikan kesiapan pengamanan dan pelayanan arus mudik serta arus balik Lebaran.

Dalam paparannya, Awaluddin menegaskan bahwa fokus Jasa Raharja pada Angkutan Lebaran 2026 adalah percepatan layanan santunan serta penguatan upaya pencegahan kecelakaan.

“Jasa Raharja tidak hanya membayarkan santunan kepada korban kecelakaan, tetapi memastikan negara hadir secara cepat, terintegrasi, dan tanpa penundaan saat terjadi risiko kecelakaan di masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan Operasi Ketupat 2026 sangat ditentukan oleh sinergi dalam satu ekosistem keselamatan nasional. Jasa Raharja berperan dalam memberikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas, namun tidak dapat bekerja sendiri.

Sejak Januari hingga Februari 2026, Jasa Raharja bersama pemangku kepentingan telah melakukan survei di sejumlah jalur tol dan jalan arteri, termasuk pengecekan kesiapan simpul transportasi kritikal seperti Pelabuhan Bakauheni–Merak. Koordinasi dilakukan bersama Korlantas Polri, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, serta operator jalan tol.

Dalam Operasi Ketupat 2026, Jasa Raharja mengerahkan 2.000 personel di seluruh Indonesia. Perusahaan juga membentuk 29 tim reaksi cepat di kantor wilayah, menyiapkan 25 pos pelayanan terpadu bersama stakeholder, serta mendirikan 15 tenda taktis di titik-titik strategis.

Selain itu, sebanyak 92 kegiatan dukungan keselamatan akan dilaksanakan dan 1.700 titik imbauan keselamatan lalu lintas dipasang guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat selama periode mudik.

Sementara itu, Wakapolri Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang atau turun 1,75 persen dibandingkan 2025.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik pada 25–26 Maret serta 28–29 Maret 2026.

“Kami berkomitmen mempertahankan bahkan meningkatkan capaian Operasi Ketupat sebelumnya. Dengan potensi pergerakan yang besar, Polri bersama seluruh stakeholder akan mengoptimalkan manajemen rekayasa lalu lintas seperti ganjil genap, one way, contraflow, hingga buffer zone di pelabuhan agar pengamanan berjalan efektif dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Dedi.

Partisipasi Jasa Raharja dalam Rakor Lintas Sektoral ini menegaskan komitmen perusahaan untuk memastikan perlindungan masyarakat berjalan cepat, terintegrasi, dan tepat sasaran selama periode Idulfitri 2026, sebagai bagian dari penguatan pelayanan publik yang berorientasi pada keselamatan.

Rakor dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan lembaga, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta Wakapolri Dedi Prasetyo. Turut hadir perwakilan TNI-Polri, BNPB, BMKG, Basarnas, dan pimpinan BUMN terkait.**(rilis)