PALU, trustednews.id– Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kota Palu resmi menggelar Karate Open Turnamen, yang berlangsung dari 12 hingga 14 Desember 2025 di Gedung Bumi Kaktus, Talise.
Kompetisi terbuka ini menjadi ajang penting untuk menjaring bakat baru sekaligus memperbarui database atlet daerah
Ketua Umum FORKI Kota Palu, Zulkarnain M. Umar, menyatakan bahwa turnamen ini merupakan agenda ketiga sejak ia dilantik tiga bulan lalu. Dua agenda sebelumnya adalah Training Center (TC) bagi atlet dan penataran wasit.
“Ini adalah event kegiatan FORKI Kota Palu. Karena open turnamen, suasananya tentu lebih ramai. Kompetisi ini kita gelar dengan kategori dari pra-usia dini sampai kadet,” jelas Zulkarnain saat ditemui media, Jumat (12/12/2025).
Turnamen yang diikuti sekitar 300 peserta ini tidak hanya fokus pada kompetisi, tetapi juga memiliki misi strategis pembinaan. Zulkarnain mengungkapkan, bersama tim kepelatihan, pihaknya telah membentuk struktur tim 4K (Kontingen, Kejuaraan, Kaderisasi, dan Kerja sama) Kota Palu dari tingkat pra-usia dini hingga senior.
“Untuk junior dan senior, kami sudah memiliki atlet spesial. Namun untuk pra-usia dini, event hari ini sekaligus menjadi ajang penjaringan bibit baru,” tambahnya.
Sebagai bentuk pendekatan yang inklusif, panitia juga menyelenggarakan kelas festival dan Best of The Best pada hari Minggu (14/12). Kelas ini dirancang khusus untuk mengatasi persoalan mental anak-anak yang sering takut bertanding.
“Kami buka kelas Best of The Best untuk kategori pra-pemula, pemula, dan kadet. Total ada lima kategori besar dengan lebih dari 24 kelas pertandingan,” papar Zulkarnain.
Awalnya, turnamen ini dirancang khusus untuk atlet Kota Palu sebagai basis pendataan dasar. Namun, atas masukan dari daerah tetangga seperti Sigi dan Donggala (Pasigala), akhirnya dibuka untuk partisipasi yang lebih luas.
“Mengingat keterbatasan jumlah atlet di wilayah tetangga, akhirnya kami sepakati untuk digabung. Meski demikian, untuk kebutuhan database internal, Kota Palu tetap memiliki data tersendiri,” jelasnya.
Zulkarnain berkomitmen program pembinaan ini akan berjalan berkelanjutan hingga akhir masa kepengurusannya pada 2029. Turnamen ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga media sosialisasi olahraga karate kepada masyarakat luas, sekaligus fondasi yang kokoh untuk regenerasi atlet berprestasi di masa depan.(tha)








