Agustus 21, 2026

Dies Natalis ke-16 FK UNISA Palu, Momentum Penguatan Alumni dan Arah Baru Pendidikan Spesialis

Pentingnya Adaptasi Terhadap Perkembangan Teknologi Medis

Dekan FK UNISA, dr. H. A. Mukramin Amran, Sp.Rad, (tengah) didampingi Ketua Panitia Dies Natalis FK UNISA, dr. Ichsanto Permadi, M.Biomed (kiri) dan dr. Ricky Mado, Dosen FK UNISA (kanan). FOTO : ETHA FAISAL

PALU, TrustedNews.id — Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat (FK UNISA) Palu menandai usia ke-16 dengan semangat penguatan kolaborasi alumni dan pengembangan pendidikan kedokteran yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman. Momentum tersebut ditandai melalui rangkaian kegiatan Dies Natalis yang digelar di Ballroom Best Western Hotel Palu, Jumat (3/4).

Dekan FK UNISA, dr. H. A. Mukramin Amran, Sp.Rad, menyampaikan bahwa peringatan tahun ini menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya kegiatan melibatkan alumni secara lebih terstruktur dan menyeluruh.

“Dies Natalis ke-16 ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi melalui kegiatan ilmiah dan pengabdian masyarakat yang berlangsung selama tiga hari,” ujarnya.

Salah satu agenda utama yang digelar adalah simposium kedokteran yang bertujuan memperkaya wawasan peserta di tengah pesatnya perkembangan ilmu medis. Menurutnya, dunia kedokteran yang terus berkembang menuntut tenaga medis untuk selalu meningkatkan kompetensi demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ke depan, FK UNISA menargetkan kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan dengan cakupan yang lebih luas, termasuk melibatkan alumni di luar Sulawesi Tengah. Penyelenggaraan juga diharapkan semakin profesional dan terorganisir.

Dalam arah pengembangan institusi, FK UNISA tengah mempersiapkan langkah strategis untuk membuka program pendidikan dokter spesialis. Upaya ini dilakukan guna menjawab kebutuhan tenaga medis sekaligus memberikan peluang bagi alumni untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Minimal satu program pendidikan spesialis diharapkan dapat segera terealisasi, dengan beberapa bidang potensial seperti neurologi dan bedah,” jelasnya.

Hingga saat ini, jumlah alumni FK UNISA telah mencapai sekitar 480 orang dan akan terus bertambah seiring hasil Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) yang akan diumumkan dalam waktu dekat.

Selain itu, alumni juga dilibatkan aktif dalam pengembangan kurikulum, termasuk berkontribusi sebagai tenaga pengajar. Fakultas turut memberikan dukungan melalui program beasiswa untuk studi lanjutan, baik jenjang magister maupun spesialis, guna mendorong alumni berperan tidak hanya sebagai praktisi, tetapi juga akademisi.

Sementara itu, Dosen FK UNISA, dr. Ricky Mado, menegaskan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi medis, seperti telemedicine dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dalam sistem pendidikan kedokteran.

“Pemanfaatan teknologi mulai kami integrasikan dalam proses pembelajaran, baik melalui diskusi kasus maupun literasi digital. Namun, teknologi tetap hanya sebagai alat bantu,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa nilai-nilai dasar profesi kedokteran, seperti empati, etika, dan kemampuan clinical reasoning, harus tetap menjadi fondasi utama dalam pendidikan dokter.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah menjaga keseimbangan antara kompetensi ilmiah dan pembentukan karakter humanis. Di tengah kemajuan teknologi, pendekatan berbasis empati dan komunikasi efektif tetap menjadi kunci dalam pelayanan kesehatan.

“Dokter tidak hanya dituntut mampu mendiagnosis, tetapi juga hadir sebagai pendamping yang memahami pasien secara menyeluruh,” tambah mantan anggota KPID Sulteng ini.

Di sisi lain, FK UNISA juga mendorong penguatan riset kolaboratif yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan alumni. Penelitian difokuskan pada isu kesehatan yang relevan, seperti penyakit tidak menular, kesehatan ibu dan anak, serta upaya promotif dan preventif.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan riset yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di Sulawesi Tengah.

Dengan semangat Dies Natalis ke-16, FK UNISA menegaskan komitmennya untuk terus berkembang sebagai institusi pendidikan kedokteran yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (tha)