BARCELONA,Trustednews.id – Pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions musim 2025/2026 berakhir pahit bagi Barcelona. Bermain di kandang sendiri, tim Catalan harus mengakui keunggulan Atletico Madrid dengan skor 0-2, dalam laga yang berlangsung ketat dan penuh drama di Camp Nou, Kamis (9/4/2026) dini hari WITA.
Tim tamu tampil lebih efektif sejak awal pertandingan. Meski Barcelona berupaya mengendalikan permainan dan menciptakan sejumlah peluang, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat mereka gagal mencetak gol.
Atletico Madrid justru tampil klinis. Gol pembuka tercipta di penghujung babak pertama melalui tendangan bebas indah Julian Alvarez. Sepakan tersebut lahir setelah dirinya dilanggar oleh bek muda Barcelona, Pau Cubarsi, di area berbahaya.
Insiden pelanggaran tersebut sempat memicu kontroversi. Wasit Istvan Kovacs awalnya hanya memberikan kartu kuning kepada Cubarsi. Namun setelah meninjau ulang melalui VAR, keputusan diubah menjadi kartu merah. Keputusan ini membuat kubu Atletico sempat bereaksi, sebelum akhirnya menerima hasil akhir dari peninjauan tersebut.
Kartu merah itu menjadi catatan kelam bagi Cubarsi. Ia tercatat sebagai pemain remaja pertama dalam sejarah Liga Champions yang menerima dua kartu merah di usia muda, setelah sebelumnya juga diusir saat menghadapi Chelsea pada awal musim.
Unggul jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik oleh Atletico. Pada babak kedua, pelatih Diego Simeone memasukkan Alexander Sorloth yang kemudian berhasil menggandakan keunggulan timnya, memastikan kemenangan 2-0 bagi wakil ibu kota Spanyol.
Kekalahan ini membuat Barcelona berada dalam posisi sulit menjelang leg kedua yang akan digelar di Madrid. Selain tertinggal agregat dua gol, mereka juga dipastikan kehilangan Cubarsi yang menjadi salah satu pilar penting di lini belakang musim ini.
Meski demikian, harapan belum sepenuhnya tertutup. Barcelona masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan, terlebih mereka datang dengan modal kemenangan di kompetisi domestik akhir pekan lalu.
Leg kedua dipastikan akan menjadi ujian berat bagi pasukan Hansi Flick, sekaligus penentu langkah mereka di Liga Champions musim ini.**








