PARIGI MOUTONG,trustednews.id – Tim INEY Poltekkes Kemenkes Palu bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan kegiatan pendampingan validasi data imunisasi kejar bagi seluruh Puskesmas di Kabupaten Parigi Moutong di ruang rapat Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, Rabu, 30/07/2025.
Sebanyak 24 pengelola program imunisasi dari Puskesmas se-Parigi Moutong hadir dalam kegiatan tersebut, yang juga diikuti oleh pengelola program terkait INEY serta sejumlah pejabat dari Dinas Kesehatan setempat. Karena faktor geografis, kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid.

Pendampingan ini merupakan bagian dari upaya mempercepat pelaksanaan imunisasi kejar guna menurunkan angka zero dose, yaitu anak yang belum menerima imunisasi sama sekali dan paket imunisasi nya belum lengkap. Hal ini disampaikan oleh Isnaeni, SKM., MAP selaku Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Parigi Moutong saat membuka acara. “Kami menyambut baik kegiatan ini karena sangat penting dalam mendorong peningkatan cakupan imunisasi di wilayah kami,” ujarnya.
Elvira Faisal, SKM., M.Kes dari Tim INEY Poltekkes Kemenkes Palu menjelaskan bahwa validasi data imunisasi sangat penting untuk menentukan sasaran dan strategi intervensi yang tepat. “Dengan data yang valid, kita bisa menyusun langkah konkret dalam menghadapi kendala-kendala yang terjadi di lapangan,” katanya.
Dalam diskusi, sejumlah tantangan di lapangan turut mengemuka. Agung Putu Suarnaya, salah satu pengelola imunisasi di Puskesmas Sausu mengungkapkan bahwa sebagian wilayah kerjanya harus ditempuh dengan biaya ojek mencapai Rp500 ribu karena jauhnya jarak antar desa. “Wilayah kerja saya sangat kompleks, tidak hanya karena lokasi yang sulit dijangkau, tapi juga karena masih ada masyarakat yang enggan anaknya divaksin,” keluhnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Ratna Sumiati dari Puskesmas Tinombo. “Ada wilayah kerja saya yang berada di daerah pegunungan. Biaya ojek bisa mencapai Rp200 ribu, dan itu saya bayar dari kantong pribadi,” ungkapnya.
Kisah-kisah tersebut menggambarkan beratnya perjuangan tenaga kesehatan dalam menjangkau sasaran imunisasi di daerah pelosok. Meski penuh tantangan, para petugas tetap berkomitmen menyukseskan program pemerintah demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.
Kegiatan ini turut didampingi oleh Narmin, S.ST., M.Keb dari Poltekkes Kemenkes Palu dan Nurhikma, SKM dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. (irh)








