DONGGALA, Trustednews.id — Tim dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Palu melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat melalui program desa binaan di Desa Bale, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Minggu, (08/03/2026).
Kegiatan yang berfokus pada Pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) ini bertujuan meningkatkan kesadaran serta mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari praktik buang air besar sembarangan (BABS).
Ketua tim dosen, A Bungawati SKM., M.Si, menjelaskan bahwa Desa Bale, khususnya Dusun 5, dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan wilayah terpencil yang memiliki potensi besar dalam penerapan lima pilar STBM.
“Desa Bale menjadi wilayah binaan kami karena masyarakatnya sudah memiliki kegiatan rutin terkait STBM. Ini menjadi modal penting untuk mendorong perubahan perilaku yang lebih luas, terutama dalam pencegahan penyakit, termasuk penyakit jantung,” ujar Bungawati.
Ia menambahkan, lima pilar STBM yang diterapkan meliputi stop BABS, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, serta pengelolaan limbah cair rumah tangga.
Menurutnya, penerapan lima pilar tersebut memiliki keterkaitan erat dengan upaya pencegahan penyakit jantung, karena berkaitan langsung dengan kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat masyarakat.
Kegiatan pemicuan dilakukan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan, serta warga setempat. Masyarakat diajak mengidentifikasi kondisi sanitasi lingkungan, memahami dampak sanitasi buruk, serta membangun komitmen bersama untuk melakukan perubahan perilaku secara mandiri.
Melalui diskusi interaktif dan pemetaan kondisi sanitasi, masyarakat juga mendapatkan edukasi terkait hubungan antara sanitasi lingkungan dan penyakit berbasis lingkungan. Selain itu, tim dosen membuka ruang konsultasi bagi warga terkait pencegahan penyakit jantung.
“Dalam kegiatan ini, masyarakat diajak belajar sambil bermain, sehingga materi lebih mudah dipahami. Kami juga memberikan kesempatan bagi warga untuk berkonsultasi langsung terkait kesehatan,” tambah Bungawati.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan tingkat pengetahuan masyarakat. Sebelum kegiatan berlangsung, tingkat pengetahuan warga hanya mencapai 35 persen. Setelah dilakukan pemicuan dan edukasi, angka tersebut meningkat menjadi 70 persen.
Program desa binaan ini dirancang berlangsung selama tiga bulan dalam tiga tahap. Tahap pertama pada Maret difokuskan pada pemicuan lima pilar STBM. Tahap kedua pada April akan menitikberatkan pada pengolahan air bersih yang berkaitan dengan faktor risiko penyakit jantung. Sementara tahap ketiga pada Mei akan berfokus pada peran keluarga melalui pelatihan pengolahan sampah organik.
Selama kegiatan berlangsung, tim dosen juga menemukan sejumlah faktor risiko penyakit jantung di masyarakat, seperti kebiasaan membuang sampah sembarangan yang berpotensi mencemari air tanah, serta pembuangan limbah rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik.
Melalui program ini, Poltekkes Kemenkes Palu berharap tercipta perubahan perilaku berkelanjutan di masyarakat, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan lingkungan dan kualitas hidup warga Desa Bale secara optimal.
Pengabdian Masyarakat ini melibatkan 17 dosen Prodi D-III Sanitasi Palu yakni Dedi Mahyudin Syam SKM., M. Kes A Bungawati SKM.,M. Si, Tjitrowati Djafar SKM.M.Kes, Amsal SKM, M.Kes, Ros Arianty. SST,MM, Maryam SKM,MM, Hasanudin SKM. M.Sc, Bustam SKM. Indro Subagyo, SKM, M.Kes, Dr.Sugeng Nuradji. Sst. MT, Hasanudin, SKM, M.Sc, Djunaedil Syukur S.M.Si, Novarianti. SKM, Sapriana. SKM, M.Kes, Gusman, SST, M.Kes, Mustafa, S.KM, M.Kes Andi Respito, ST, M.Eng. **
















