PALU, trustednews.id – Tim dosen Poltekkes Kemenkes Palu Jurusan Kebidanan Program Diploma III Jurusan Kebidanan yakni Niluh Nita Silfia, SST, M.Keb, Sri Yanti Kusika, S.SiT, M.Kes, Asrawaty, ST. Keb, M.Tr.Keb, Hasnawati, SST, M.Kes, Narmin, SST, M.Keb dan mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palu menggelar pengabdian masyarakat di Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kota Palu, selama dua hari pada 4-6 April 2026.
Kegiatan ini mengusung program bertajuk “SIGAP JANTUNG KIA” (Siaga Deteksi Dini Penyakit Jantung Kesehatan Ibu dan Anak).
Program ini merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus respons terhadap tingginya risiko gangguan kesehatan jantung pada ibu hamil, ibu nifas, serta anak yang kerap tidak terdeteksi secara dini di tingkat keluarga.
Ketua tim dosen sekaligus Ketua Program Studi D3 Kebidanan Palu, Niluh Nita Silfia, SST., M.Keb, menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian tahap kedua ini difokuskan pada pelayanan kebidanan holistik berbasis keluarga.
“Kami ingin melakukan pencegahan penyakit jantung ibu dan anak secara komprehensif dan berkelanjutan. Deteksi dini di tingkat keluarga sangat penting karena sering kali gejala awal tidak disadari,” ujar Niluh Nita Silfia kepada trustednews.id, Senin (6/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Posyandu Kenanga, wilayah kerja Puskesmas Tawaeli ini, melibatkan 5 orang dosen dan 4 orang mahasiswa. Para peserta yang diskrining adalah ibu hamil, ibu nifas, serta keluarga yang memiliki balita. Skrining meliputi pemeriksaan tanda vital, riwayat kesehatan, dan pengisian kuesioner risiko penyakit jantung.
Selain skrining, tim dosen juga memberikan pelatihan kepada kader kesehatan setempat. Para kader dibekali cara mendeteksi dini tanda-tanda penyakit jantung, teknik skrining sederhana, serta prosedur rujukan jika ditemukan kasus berisiko.
Salah satu peserta skrining, seorang ibu hamil, mengaku terbantu dengan adanya program ini.
“Ternyata pemeriksaan tekanan darah pada ibu hamil itu langkah sederhana tapi sangat penting untuk deteksi dini risiko gangguan jantung. Saya jadi lebih paham,” ungkapnya.
Antusiasme juga ditunjukkan oleh para kader kesehatan. Seorang kader mengaku mendapatkan pengetahuan baru yang bermanfaat untuk mendampingi ibu dan keluarga di wilayahnya.
Program SIGAP JANTUNG KIA ini diharapkan dapat menjadi model intervensi berbasis keluarga yang efektif dalam menekan risiko komplikasi kesehatan jantung, serta mendukung tercapainya derajat kesehatan ibu dan anak yang optimal di Kota Palu. (*)
















