Agustus 20, 2026

Tim Poltekkes Kemenkes Palu Gelar Pengabdian Masyarakat di Puskesmas Talise

Deteksi Dini Resiko Jantung

Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Palu Melakukan Pengabmas di Puskesmas Talise, Palu (04/06).

PALU,trustednews.id– Dalam upaya menekan risiko komplikasi penyakit jantung pada pasien Diabetes Melitus (DM), Tim Pengabdian Masyarakat (Pengabmas ) dari Poltekkes Kemenkes Palu melaksanakan kegiatan bertajuk “Deteksi dan Edukasi Risiko Penyakit Jantung pada Pasien Diabetes Melitus” di wilayah kerja Puskesmas Talise, Kota Palu,( Selasa, 3 Juni 2025).

Kegiatan ini melibatkan dua dosen Poltekkes Kemenkes Palu Jurusan Keperawatan yakni Baiq Emy Nurmalisa,S.Kep.,Ners.,M.Kep, Dr. Helena Pangaribuan, S.Kep.,Ners.,M.Kep, dan dibantu oleh Bidan Evita, A.Md.Keb dari Puskesmas Mamboro.

Menurut Emy, pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan langsung pasien-pasien DM yang telah terdaftar di Puskesmas Talise.

“Pasien diabetes memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi penyakit jantung. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan membantu deteksi dini dan memberikan edukasi agar mereka dapat melakukan pencegahan secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Baiq Emy Nurmalisa selaku ketua tim.

Emy menambahkan bahwa kegiatan pengabdian dimulai dengan skrining risiko penyakit jantung melalui pengukuran tekanan darah, indeks massa tubuh (IMT), kadar glukosa darah, serta wawancara riwayat penyakit.

“Peserta yang teridentifikasi memiliki risiko tinggi diarahkan untuk memperoleh tindak lanjut medis, peserta juga mengikuti sesi edukasi interaktif yang membahas faktor risiko penyakit jantung dan strategi pencegahan melalui perubahan gaya hidup, seperti menjaga pola makan, berolahraga rutin, menghindari rokok, dan mengelola stres” jelasnya.

Materi disampaikan secara komunikatif, disertai sesi tanya jawab agar peserta lebih memahami dan terlibat aktif.
Sebagai bentuk dukungan edukatif yang berkelanjutan, tim Pengabmas juga membagikan booklet kesehatan dan memasang standing banner edukatif di area pelayanan Puskesmas Talise, yang berisi informasi penting seputar pencegahan komplikasi jantung pada pasien DM.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak Puskesmas Talise dan para peserta. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung, diskusi dengan peserta, dan kuesioner. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit jantung.

“Materi yang disampaikan sangat bermanfaat, dan kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut di kemudian hari,” ungkap salah satu peserta edukasi.

Tim pengabmas menyarankan agar kegiatan serupa dilaksanakan secara berkala dan melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, untuk memperluas cakupan edukasi kesehatan di masyarakat. (wid)