Agustus 18, 2026

Tekan Risiko di Jalan, Kecelakaan dan Fatalitas Lebaran 2026 Turun Signifikan

Rekayasa lalu lintas dan sinergi lintas sektor dinilai efektif menjaga keselamatan arus mudik dan balik

PT Jasa Raharja mencatat penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas dalam Pembukaan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas One Way Tahap II yang digelar di Command Center PJR Korlantas Polri KM 29, Jumat (27/3/2026). FOTO : DOK. JASA RAHARJA

JAKARTA, Trustednews.id — PT Jasa Raharja mencatat penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas dan fatalitas korban selama periode arus mudik dan balik Idulfitri 2026. Capaian tersebut dinilai tidak lepas dari efektivitas penerapan rekayasa lalu lintas, termasuk sistem satu arah (one way) dan pengaturan distribusi kendaraan di titik-titik strategis.

Temuan itu mengemuka dalam Pembukaan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas One Way Tahap II yang digelar di Command Center PJR Korlantas Polri KM 29, Jumat (27/3/2026).

Kegiatan ini dibuka oleh Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, dan menjadi simbol penguatan sinergi antara kepolisian, kementerian, serta BUMN dalam memastikan keselamatan masyarakat selama periode Lebaran.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 terjadi penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Fatalitas korban kecelakaan turun hingga 30,4 persen. Sementara jumlah kejadian kecelakaan juga menurun sebesar 5,3 persen,” ujarnya.

Menurutnya, strategi manajemen lalu lintas seperti penerapan one way, contra flow, serta pengaturan arus kendaraan di jalur tol maupun non-tol terbukti mampu mengurai kepadatan. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya keamanan dan kenyamanan perjalanan masyarakat selama mudik maupun arus balik.

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menambahkan bahwa meski tren menunjukkan perbaikan, perhatian serius tetap perlu diberikan pada dominasi kendaraan roda dua dan tingginya angka kecelakaan di jalan non-tol.

“Kami melihat kecelakaan masih didominasi kendaraan roda dua di jalur non-tol. Karena itu, pengaturan distribusi lalu lintas menjadi kunci agar arus balik lebih terkendali dan risiko kecelakaan dapat ditekan,” jelasnya.

Di sisi lain, Jasa Raharja memastikan proses penyaluran santunan bagi korban kecelakaan berjalan cepat dan tepat sasaran. Hingga saat ini, total santunan yang telah disalurkan mencapai Rp11,9 miliar bagi korban meninggal dunia maupun ahli waris.

“Ini bagian dari komitmen kami memberikan pelayanan prima, sekaligus memastikan hak korban terpenuhi secara optimal,” tambah Awaluddin.

Sebagai BUMN yang berada di bawah koordinasi Danantara Indonesia, Jasa Raharja terus memperkuat perannya dalam memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat. Momentum Idulfitri yang identik dengan mobilitas tinggi menjadi fokus utama dalam menghadirkan layanan yang responsif dan humanis.

Penurunan angka kecelakaan pada Lebaran tahun ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk terus mendukung keselamatan transportasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik sebagai bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. *(rilis)