SIGI, Trustednews.id – Tim dosen Poltekkes Kemenkes Palu melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Uwemanje, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, Senin (30/03/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan fokus pada penguatan kapasitas kader kesehatan di tingkat desa.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Alfrida Semuel Ra’bung, S.Kep., Ns., M.Kep bersama Diah Ayu Hartini, S.KM., M.Kes dan Putri Mulia Sakti, S.Tr., M.Tr.Keb, serta melibatkan tiga mahasiswa Poltekkes Kemenkes Palu. Edukasi dan pelatihan dilaksanakan di rumah Kepala Desa Uwemanje dengan menyasar masyarakat usia 35 tahun ke atas serta kader kesehatan setempat.
Alfrida menjelaskan, kegiatan ini mengusung tema penguatan kapasitas kader melalui edukasi faktor risiko penyakit kardiovaskular dan penerapan diet gizi berbasis pangan lokal.
“Ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana kami turun langsung ke masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan,” ujar Alfrida.
Dalam kegiatan tersebut, tim memberikan edukasi terkait faktor risiko penyakit kardiovaskular, seperti pola makan tidak sehat, konsumsi tinggi lemak jenuh, garam, dan gula, yang menjadi pemicu utama penyakit jantung.
Selain itu, masyarakat juga diperkenalkan dengan konsep Diet Lokal Sehat Jantung, yaitu pola makan yang mengutamakan konsumsi bahan pangan alami dan bergizi seimbang berbasis potensi lokal, seperti ikan, sayuran, buah, serta umbi-umbian.
“Pola makan sehat berbasis pangan lokal ini tidak hanya baik untuk menjaga kesehatan jantung, tetapi juga lebih ekonomis dan mudah diterapkan oleh masyarakat,” jelasnya.
Adapun manfaat diet lokal sehat jantung antara lain membantu menjaga kesehatan jantung, mengontrol tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), menjaga berat badan ideal, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Tak hanya edukasi, tim dosen juga memberikan pelatihan teknis kepada kader kesehatan terkait skrining risiko penyakit kardiovaskular. Pelatihan meliputi cara mengukur tekanan darah, mengukur tinggi badan, menimbang berat badan, hingga menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT).
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, tim juga menyerahkan sejumlah sarana penunjang kepada mitra desa, berupa paket edukasi, tensi meter digital, timbangan berat badan, microtoise, serta alat pengukur tinggi badan. Bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan oleh kader kesehatan dalam melakukan pemantauan dan skrining kesehatan masyarakat secara mandiri.
Alfrida menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang faktor risiko penyakit kardiovaskular serta meningkatkan keterampilan kader dalam melakukan deteksi dini melalui pengukuran sederhana di lapangan.
Sementara itu, salah satu kader kesehatan Desa Uwemanje, Dewi Susanti, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia mengaku pelatihan yang diberikan sangat bermanfaat dan mudah dipahami.
“Kami jadi lebih paham cara mengukur tekanan darah dan menghitung IMT dengan benar. Ini sangat membantu kami dalam melakukan pelayanan kesehatan di masyarakat,” ungkap Dewi.
Kepala Desa Uwemanje, Erik Riksen, turut menyampaikan apresiasi atas kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan tim Poltekkes Kemenkes Palu. Ia menilai edukasi tersebut sangat penting dalam meningkatkan kesadaran warga terhadap pola hidup sehat.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran tim dosen dan mahasiswa yang telah memberikan edukasi kepada masyarakat kami. Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama dalam meningkatkan pemahaman warga tentang pentingnya menjaga kesehatan jantung melalui pola makan dan pemeriksaan rutin,” ujar Erik.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan di desa semakin meningkat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kader kesehatan desa mampu menjadi ujung tombak dalam upaya pencegahan penyakit kardiovaskular serta mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat berbasis potensi lokal. (wid)








