Agustus 20, 2026

Muscab II IDI Tolitoli Teguhkan Sinergi Dokter

dr. Musta’ina Kembali Terpilih Aklamasi

dr. Musta’ina, Sp.KJ Ketua IDI Cabang Tolitoli (kiri) dan dr. Ricky Mado yang Mewakili IDI Wilayah Sulteng Pada Muscab II Tolitoli, di Hotel Alatas, (12/04). FOTO : DOK. IDI WILAYAH SULTENG

TOLITOLI, Trustednews.id — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tolitoli menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-II sebagai momentum memperkuat arah organisasi dan peran profesi dokter dalam pembangunan kesehatan daerah, Minggu (12/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Alatas itu mengusung tema “Sinergi Dokter Tolitoli: Membangun Fondasi Organisasi yang Tangguh demi Pelayanan Kesehatan yang Bermartabat.”

Dalam forum tersebut, dr. Musta’ina, Sp.KJ kembali dipercaya memimpin IDI Cabang Tolitoli untuk periode kedua secara aklamasi. Keputusan itu mencerminkan soliditas internal sekaligus kepercayaan anggota terhadap kepemimpinannya dalam menjaga stabilitas dan mendorong kemajuan organisasi.

Muscab turut dihadiri Bupati Tolitoli Hi. Amran Hi. Yahya, Ketua DPRD Hj. Sriyanti Dg. Parebba, Sekretaris Daerah Mohamad Asrul Bantilan, unsur Forkopimda, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Mokopido, Kepala UDD, serta organisasi kesehatan dan para dokter di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Amran menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Ia menilai tantangan kesehatan ke depan membutuhkan kerja sama yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Kami berharap IDI dan seluruh dokter di Kabupaten Tolitoli terus bersinergi dengan pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat dan bermartabat,” ujarnya.

Sementara itu, dr. Musta’ina menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program kerja yang telah berjalan sekaligus memperkuat fondasi organisasi agar lebih adaptif terhadap dinamika pelayanan kesehatan modern.

Di sisi lain, perwakilan IDI Wilayah Sulawesi Tengah, dr. Ricky Mado, menilai Muscab II ini menjadi langkah penting dalam memperkuat peran organisasi profesi di daerah.

Menurutnya, sinergi antar dokter dan pemangku kepentingan merupakan kunci dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan, termasuk peningkatan kualitas layanan dan pemerataan tenaga medis.

“Muscab ini bukan sekadar forum organisasi, tetapi ruang konsolidasi untuk menyatukan visi dan langkah. IDI harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkeadilan bagi masyarakat,” kata dr. Ricky.

Ia juga mendorong agar kepengurusan yang baru dapat terus memperkuat profesionalisme, etika, serta kolaborasi lintas sektor demi meningkatkan kepercayaan publik terhadap profesi dokter.

Dengan terselenggaranya Muscab II ini, IDI Cabang Tolitoli diharapkan semakin solid dan mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan kesehatan di daerah.*