PALU, trustednews.id – Komunitas offroad KopiLari Overland turut ambil bagian dalam Bhayangkara Offroad Adventure & Challenges 2025 yang dilepas langsung oleh Kapolda Sulawesi Tengah, di halaman Mapolda Sulteng, Jalan Soekarno Hatta, Palu, Sabtu (28/6).
Kegiatan bertajuk petualangan ini menempuh jarak 104 kilometer, dengan rute start dan finish di Mako Polda Sulteng. Tim KopiLari Overland yang terdiri dari lima kendaraan tangguh dan penuh semangat, ikut menantang medan yang bukan hanya memacu adrenalin, tapi juga menghadirkan kisah-kisah seru di balik kemudi.
“Ini bukan sekadar offroad, tapi perjalanan rasa-rasa touring hati dan jiwa,” ujar Syaiful, Ketua Tim KopiLari Overland, sambil tersenyum lebar.
Rute Menantang, Humor Mengalir
Petualangan dimulai dari halaman Mako Polda Sulteng melewati Jalan Sisingamangaraja, Basuki Rahmat, I Gusti Ngurah Rai, lalu menanjak ke arah Padanjakaya.
Pos pertama ditandai di Bendungan Balane yang dikenal misterius, tempat tim KopiLari menyempatkan diri mencicipi makanan khas Kaili: uta dada mama kaya.
Usai rehat, perjalanan dilanjutkan melewati perkampungan Balane dan Porame, hingga tiba di kilometer 40, tepatnya Desa Pulu (pos 2).
Di sini, selain menunaikan salat zuhur, tim melakukan pengecekan kendaraan. Salah satu mobil milik Jumari mengalami kendala pada braket per daun belakang yang terlepas dari sasis.
“Daripada dipaksa dan malah jadi masalah, pulang naik ojek lebih baik saya putar balik dan ganti kendaraan , main aman saja, nanti kita ketemu di poros Palu – Kulawi saja” pesan Jumari yang tetap tersenyum santai meski gagal lanjut.
Trouble Lagi, Tapi Masih Sempat Bercanda
Di pos 3, Bendungan Gumbasa, giliran kendaraan milik Asrial mogok saat akan berangkat. Mesin tak mau hidup karena kabel positif dari aki rusak. Ternyata skun kabel patah, diduga akibat guncangan ekstrem saat melintasi jalan rusak di kawasan Bangga.
“Kalau saya tidak jadi polisi, mungkin sudah buka bengkel. Ini masalah kecil, biasa saya hadapi, anggap saja ini sebagai kado hari Bhayangkara” kata Asrial sambil tertawa, memperbaiki kabel layaknya montir profesional.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menyusuri bantaran saluran irigasi timur Jalan Poros Palu–Kulawi, lalu melintasi Jalan Sibowi–Bora.
Tim kembali rehat di Desa Jono Oge untuk mengambil logistik, sebelum akhirnya menuju lokasi camping ground di Desa Sunju, Kecamatan Marawola, untuk persiapan etape berikutnya keesokan harinya.
Semangat, Persahabatan, dan Alam
Menurut Syaiful, medan offroad kali ini sangat menantang sekaligus menyenangkan.
“Banyak cerita di setiap kilometer. Kadang mobil bermasalah, tapi hati tetap senang. Di KopiLari, kami percaya perjalanan bukan soal cepat sampai, tapi tentang bagaimana menikmati setiap hentakan dan tawa bersama,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan seperti Bhayangkara Offroad ini terus digelar secara rutin, karena bukan hanya mengasah kemampuan berkendara di medan ekstrem, tetapi juga mempererat silaturahmi antar komunitas pecinta alam dan otomotif.
Anggota Tim KopiLari Overland
1. Syaiful (Land Cruiser) & Rustam (navigator )
2. Affan (Suzuki Katana) & Navigator
3. Asrial (Suzuki Katana) & Navigator
4. Jumari (Jeep CJ-7) beserta istri dan anak
5. Roy (Suzuki Katana)








