POSO, Trustednews.id – Program Studi D3 Keperawatan Poso Poltekkes Kemenkes Palu kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tahap kedua di Desa Sintuwulemba, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Jumat (08/05/2026).
Kegiatan ini dipimpin oleh Dafrosia Darmi Manggasa sebagai Ketua tim dan anggotanya Rosamey Elleke Langitan dan R. Bagus Bambang Hermanto dan dibantu sejumlah mahasiswa Prodi D3 Keperawatan Poso.
Menurut Ketua tim, Dafrosia Darmi Manggasa, kegiatan ini berfokus pada pelatihan praktik deteksi dini faktor risiko penyakit kardiovaskuler bagi kader kesehatan desa agar mampu melakukan pemeriksaan kesehatan dasar secara mandiri di tengah masyarakat.
“Pelatihan ini merupakan lanjutan dari tahap pertama yang sebelumnya memberikan edukasi mengenai penyakit kardiovaskuler, faktor risiko, serta langkah pencegahan kepada para kader kesehatan desa. Pada tahap kedua ini, para kader langsung dibekali keterampilan praktik untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sederhana yang sangat penting dalam upaya deteksi dini penyakit jantung dan stroke” ujarnya.
Dalam pelatihan ini, kader diajarkan cara mengukur tekanan darah, tinggi badan, berat badan, hingga lingkar perut. Mereka juga dilatih menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) sebagai indikator risiko gangguan metabolik. Selain itu, kader diberikan keterampilan menggunakan alat pemeriksaan cepat untuk mengecek kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat warga.
Darmi melanjutkan, kemampuan kader dalam mendeteksi faktor risiko penyakit sangat penting karena kader merupakan garda terdepan yang dekat dengan masyarakat.
“Kami ingin kader kesehatan desa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melakukan pemeriksaan sederhana secara mandiri. Jika faktor risiko seperti hipertensi, obesitas, gula darah tinggi, kolesterol, dan asam urat dapat diketahui lebih awal, maka penyakit jantung dan stroke bisa dicegah sejak dini,” lanjutnya.
Darmi juga mengajak masyarakat Desa Sintuwulemba untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat.
“Jangan menunggu sakit baru memeriksakan diri. Penyakit kardiovaskuler sering datang tanpa gejala awal yang jelas. Karena itu masyarakat perlu aktif memeriksa tekanan darah, menjaga pola makan, rutin bergerak, serta mengurangi konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak,” tambah Darmi.
Suasana pelatihan berlangsung antusias. Para kader tampak aktif mengikuti setiap sesi praktik dengan pendampingan langsung dari tim dosen dan mahasiswa. Mereka bergantian menggunakan alat tensi, timbangan, meteran lingkar perut, hingga alat pemeriksaan darah kapiler. Selain itu, kader juga dilatih mencatat hasil pemeriksaan ke dalam formulir deteksi dini agar data kesehatan warga dapat terdokumentasi dengan baik dan terstandar.
Menurut tim pelaksana, keterampilan tersebut diharapkan dapat membantu kader melakukan skrining rutin kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia, penderita hipertensi, dan warga yang memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Pemerintah Desa Sintuwulemba turut menyambut positif kegiatan tersebut. Kehadiran tim dosen dan mahasiswa dinilai memberi manfaat besar bagi masyarakat karena mampu meningkatkan pengetahuan serta keterampilan kader kesehatan desa dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular.
Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Palu berharap masyarakat Desa Sintuwulemba semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan jantung dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Program ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif yang berkelanjutan.(tha/*)
















