PALU, trustednews.id – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit jantung terus digencarkan oleh Prodi D-III Kebidanan Palu Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palu melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk SIGAP JANTUNG KIA (Siaga Deteksi Dini Penyakit Jantung Kesehatan Ibu dan Anak) tahap III di Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, (4/4/2026).
Program ini melibatkan tim pengabdian masyarakat yang terdiri dari Sumiaty, SST, MPH, Bdn selaku ketua tim, bersama Arie Maineny, SST, M.Kes, Widya Pani, SST, SKM, M.Kes, Kadar Ramadhan, SKM, MKM, Masda, SST, serta empat mahasiswa tingkat II Prodi D-III Kebidanan Palu.
Ketua tim pengabdian masyarakat, Sumiaty, mengatakan kegiatan ini menyasar ibu hamil, ibu nifas, ibu balita, hingga lansia sebagai kelompok yang memiliki peran penting dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan keluarga.
Selain itu, kata dia kegiatan ini menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif untuk menekan risiko penyakit jantung sejak dini, khususnya pada kelompok rentan.
“Melalui SIGAP JANTUNG KIA, kami ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa pencegahan penyakit jantung harus dimulai dari keluarga. Ibu memiliki peran penting dalam membentuk pola hidup sehat, sehingga edukasi dan deteksi dini menjadi langkah yang sangat penting,” ujar Sumiaty.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan skrining melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi ibu hamil, ibu nifas, ibu balita, dan lansia. Pemeriksaan tersebut bertujuan mendeteksi lebih awal faktor risiko maupun gejala gangguan jantung sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Selain pemeriksaan kesehatan, peserta juga mendapatkan edukasi interaktif terkait pentingnya menjaga kesehatan jantung sejak dini. Materi yang diberikan meliputi pengenalan faktor risiko penyakit jantung, pola makan bergizi seimbang, hingga penerapan gaya hidup aktif dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya sebatas penyuluhan, tim pengabdian masyarakat juga mengajak peserta mengikuti demonstrasi aktivitas fisik sederhana yang aman dan mudah diterapkan di rumah. Kegiatan praktik tersebut mendapat sambutan antusias dari para peserta yang aktif mengikuti setiap sesi.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi dan berbagi pengalaman terkait penerapan pola hidup sehat di lingkungan keluarga.
Menurut Sumiaty, pendekatan edukasi berbasis keluarga dinilai penting agar perubahan perilaku hidup sehat dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami berharap para ibu dan lansia yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadi agen perubahan di keluarga maupun lingkungan sekitar dalam membiasakan pola hidup sehat untuk mencegah penyakit jantung,”kata Wakil Direktur Poltekkes Kemenkes Palu ini.
Sebagai bagian dari evaluasi kegiatan, tim juga melakukan monitoring terhadap tingkat pemahaman peserta setelah mengikuti edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat SIGAP JANTUNG KIA ini, Prodi D-III Kebidanan Palu Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palu berharap kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit jantung dapat terus meningkat demi terciptanya keluarga dan masyarakat yang lebih sehat serta berkualitas.(tha/*)
















