Agustus 21, 2026

Wawali Kota Palu Pimpin Rembuk Stunting

Tekankan Penguatan Intervensi pada Ibu Hamil

Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin memimpin langsung kegiatan rembuk stunting yang digelar di Auditorium Kantor Wali Kota Palu, Selasa (10/03/2026). FOTO : DOK. KOMINFO KOTA PALU

PALU, Trustednews.id — Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin memimpin langsung kegiatan rembuk stunting yang digelar di Auditorium Kantor Wali Kota Palu, Selasa (10/03/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pihak yang terlibat dalam percepatan penurunan stunting di Kota Palu, di antaranya Guru Besar Biokimia Gizi Universitas Tadulako, perwakilan Badan Pengawas Obat dan Makanan, Badan Pusat Statistik Kota Palu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, kepala OPD, kepala puskesmas, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Dalam arahannya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa rembuk stunting merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kota Palu dalam menekan angka stunting melalui langkah yang terukur dan kolaboratif.

“Ini adalah kali kedua saya memimpin rapat rembuk stunting hari ini sebagai bagian dari upaya serius pemerintah dalam menekan angka stunting,” ujarnya.

Menurut Imelda, forum tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian penanganan stunting tahun sebelumnya sekaligus memperkuat strategi intervensi pada tahun berjalan.

Ia menjelaskan, delapan kecamatan di Kota Palu menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting. Para camat diminta memaparkan perkembangan program di wilayah masing-masing, termasuk kendala yang dihadapi di lapangan.

Wakil wali kota juga menekankan pentingnya pendekatan pencegahan sejak masa kehamilan dengan memperkuat perhatian terhadap ibu hamil dan calon ibu hamil.

“Fokus penanganan stunting harus lebih menekankan pada masa kehamilan. Artinya perhatian kita harus lebih besar kepada ibu hamil dan calon ibu hamil,” jelasnya.

Ia berharap melalui rembuk stunting tersebut dapat terbangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kader posyandu, puskesmas, kelurahan hingga PKK, dalam menurunkan angka stunting di Kota Palu.

Selain itu, Imelda juga mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pihak swasta, agar upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Ia menambahkan, pada 2025 Kota Palu berhasil meraih penghargaan sebagai daerah dengan penurunan angka stunting terbaik dan memperoleh insentif fiskal dari pemerintah pusat sebesar Rp6,1 miliar.

“Prestasi ini harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus memperkuat sinergi dalam menurunkan angka stunting di Kota Palu,” pungkasnya. **