Agustus 26, 2026

Marco, Bintang Muda dari Palu yang Menjadi Top Skor di Ajang Nasional dan Internasional

Ahmadi:“Saya Ingin Marco Belajar Lebih Tinggi dan Mengejar Mimpi”

Aimar Al Adlu FOTO : IST.

PALU,trustednews.id– Nama Aimar Al Adlu kian bersinar di dunia sepak bola usia muda Indonesia. Pemain belia asal Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang akrab disapa Marco, sukses mengukir prestasi gemilang sebagai top skor di berbagai kompetisi bergengsi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Baru berusia 14 tahun, Marco mencuri perhatian publik sepak bola setelah meraih gelar Top Scorer Singa Cup 2025 di Singapura. Dalam turnamen internasional tersebut, pemain bernomor punggung 10 itu menorehkan 11 gol, meski timnya, Palu Selection, harus terhenti di babak delapan besar.

Performa Marco mencolok sejak laga pembuka. Ia mencetak lima gol ke gawang India, satu gol saat menghadapi Australia, dan dua gol melawan Singapura. Konsistensinya membuat banyak pelatih dan pencari bakat menaruh perhatian pada talenta muda asal Sulawesi Tengah ini.

“Prestasi Marco menjadi bukti bahwa anak-anak Palu bisa bersaing di level internasional. Ia punya semangat dan naluri gol yang luar biasa,” ujar Gamal Hakim, official Palu Selection, bangga.

Tak hanya di kancah internasional, kiprah Marco juga mencuri perhatian di tanah air. Sebelumnya, pemain yang kini bersekolah di SMP Al Azhar Mandiri Palu itu tampil gemilang di Liga Topskor U-14 Zona Sulawesi Tengah, mencatat 19 gol dari 10 laga bersama klub SSB Darma Putra Tavanjuka Palu.

Bakat besarnya sudah terlihat sejak kecil. Dengan postur ideal dan kontrol bola yang baik, Marco dikenal sebagai striker bertipe target man yang mampu menembus pertahanan lawan dengan ketenangan.

Momen paling emosional bagi Marco adalah saat menjebol gawang Akademi Persipal Palu, rival berat Darma Putra, dalam laga yang berakhir imbang 1–1. Meski timnya hanya finis di posisi kedua, penampilan Marco tetap menjadi sorotan.

Mantan pelatih Marco di SSB Darma Putra, Fahmid Taher, mengenang betul masa-masa awal sang pemain berlatih di Tavanjuka. Menurutnya, Marco adalah tipe pemain yang tidak mudah puas dan selalu ingin berkembang.

“Sejak pertama kali saya latih, dia sudah menunjukkan keinginan kuat untuk terus belajar. Marco bukan hanya punya insting mencetak gol, tapi juga mental juara dan disiplin tinggi. Ia menjawab kepercayaan tim pelatih dengan performa yang konsisten di setiap pertandingan,” ujar Fahmid kini Pelatih Persipal Palu usia dini.

Fahmid berharap, dengan prestasi yang terus menanjak, Marco tetap rendah hati dan menjaga fokus untuk meniti karier profesional.
“Bakatnya luar biasa, tapi yang lebih penting adalah sikap dan komitmen. Kalau itu dijaga, dia bisa jadi salah satu penyerang masa depan Indonesia,” tambahnya.

Di balik kesuksesan Marco, ada sosok ayah yang selalu mendukung penuh perjalanan kariernya. Ahmadi H.B. Buraera, ayah Marco, mengaku bangga atas pencapaian sang anak, namun tetap mengingatkan untuk tidak cepat puas.

“Saya selalu bilang ke Marco, prestasi adalah hasil kerja keras dan doa. Tapi perjalanan masih panjang. Saya ingin dia terus belajar dan berlatih, bahkan bersekolah di tempat yang bisa mendukung bakat sepak bolanya,” ujar Ahmadi.

Ia pun berharap, kisah anaknya bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak Palu dan Sulawesi Tengah lainnya untuk berani bermimpi besar.
“Anak-anak Palu juga bisa sukses kalau punya semangat dan disiplin. Marco contoh nyata bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil,” pungkasnya.

Prestasi Aimar Al Adlu di Singa Cup dan Liga Topskor menjadi bukti bahwa dari lapangan sederhana di Palu, bisa lahir pemain berbakat yang mampu menembus panggung internasional. Marco telah menorehkan jejaknya, bukan hanya sebagai pencetak gol, tapi juga sebagai inspirasi bagi generasi muda sepak bola Indonesia.**