SIGI, TrustedNews.id – 300 peserta dari berbagai daerah ambil bagian dalam Savana Buutiba Trail Run 2026 yang digelar di Desa Loru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (30/8/2026).
Kejuaraan lari trail tersebut dibuka Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah, Muhammad Fathur Razaq. Kegiatan mengusung tema “Berani Mangova, Berani Harmoni, Berani Taklukkan Jalur.”
Savana Buutiba Trail Run 2026 mempertandingkan dua kategori jarak, yakni 5 kilometer dan 10 kilometer. Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Sigi dan Kota Palu, tetapi juga sejumlah daerah lain di Sulawesi Tengah.
Peserta dari Parigi, Poso, Morowali, Tolitoli, hingga Toraja turut meramaikan ajang tersebut.
Keberagaman asal peserta menunjukkan bahwa olahraga lari trail mulai mendapat perhatian lebih luas di kalangan masyarakat. Bahkan, kegiatan ini tidak hanya diikuti peserta remaja dan dewasa, tetapi juga melibatkan sejumlah anak sekolah dasar.
Bagi penyelenggara, kehadiran peserta dari berbagai kelompok usia menjadi bagian penting dalam membangun minat masyarakat terhadap olahraga sekaligus memperkenalkan potensi alam Sigi melalui kegiatan positif.
Muhammad Fathur Razaq mengatakan, pelaksanaan trail run tidak semata-mata berbicara mengenai siapa yang paling cepat mencapai garis finis.
Menurutnya, karakter olahraga lari trail yang berlangsung di medan alam memberikan pengalaman berbeda bagi peserta. Mereka harus mampu menghadapi berbagai kondisi lintasan, mulai dari tanjakan, turunan hingga jalur yang memiliki tingkat kesulitan tersendiri.
“Tantangan tersebut justru dapat menjadi bagian penting dari pengalaman peserta,” ujar Fathur.
Ia menekankan pentingnya semangat untuk terus bergerak dan menyelesaikan perlombaan.“Tidak harus selalu menjadi yang tercepat, yang penting terus bergerak sampai akhir,” katanya.
Fathur menilai semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai olahraga, seperti keberanian mencoba, saling mendukung dan kemampuan menghadapi tantangan.
Selain aspek olahraga, ia melihat Savana Buutiba Trail Run sebagai ruang untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai komunitas.
Menurutnya, kegiatan olahraga yang dikemas di alam terbuka dapat menjadi sarana memperkuat hubungan antarkomunitas sekaligus membangun suasana kebersamaan.“Senang sekali pagi ini kita bisa bertemu dalam suasana yang penuh energi. Savana Buutiba Trail Run menjadi ruang untuk berolahraga, menikmati alam, sekaligus mempererat silaturahmi antarkomunitas,” ujarnya.
Pemilihan kawasan Desa Loru sebagai lokasi pelaksanaan juga memberikan warna tersendiri. Peserta tidak hanya ditantang menyelesaikan lintasan, tetapi sekaligus dapat menikmati suasana alam Kabupaten Sigi.
Konsep tersebut membuat olahraga trail memiliki daya tarik yang berbeda dibandingkan olahraga lari yang berlangsung di lintasan perkotaan.
Fathur berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan peserta.
Ia mengingatkan seluruh peserta untuk memperhatikan kondisi selama mengikuti perlombaan, mengingat karakter medan trail run memiliki tantangan yang berbeda dengan lari di jalan datar.“Semoga acara ini semakin mempererat tali silaturahmi dan berjalan sukses, lancar, damai, dan aman. Tidak ada insiden karena itu yang paling kita mau,” tuturnya.
Pelaksanaan Savana Buutiba Trail Run 2026 mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Di antaranya Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Sulawesi Tengah, Dinas Kehutanan Sulawesi Tengah, Basarnas Palu serta pemerintah daerah setempat.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan, terutama karena olahraga lari trail berkaitan langsung dengan aktivitas di kawasan alam dan membutuhkan perhatian terhadap aspek keselamatan peserta.
Dengan jumlah peserta yang mencapai sekitar 300 orang dan datang dari berbagai daerah, Savana Buutiba Trail Run 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi.
Kegiatan tersebut juga memperlihatkan bagaimana olahraga dapat dikembangkan menjadi ruang pertemuan komunitas, sarana menjaga kebugaran, sekaligus media memperkenalkan potensi alam Kabupaten Sigi kepada masyarakat dari luar daerah.
Savana Buutiba Trail Run 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda olahraga sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan yang semakin menarik minat pelari dan komunitas dari berbagai daerah pada pelaksanaan berikutnya.(tha/*)








